Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Industri Hijau DKI Jakarta untuk Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

×

Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Industri Hijau DKI Jakarta untuk Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260609 WA0167

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan industri hijau sebagai referensi untuk mendorong pengelolaan limbah berkelanjutan di Banua.

Hal itu terungkap saat Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/6/2026), guna melakukan studi komparasi terkait pengelolaan minyak jelantah dan limbah bernilai ekonomi.

Kalimantan Post

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, mengatakan kunjungan tersebut awalnya bertujuan menggali informasi mengenai pengelolaan limbah industri kecil dan rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Namun, pihaknya justru mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang pengembangan industri hijau yang telah berjalan di DKI Jakarta.

“Awalnya kami ingin mengetahui bagaimana DKI Jakarta menangani limbah industri kecil dan rumah tangga berupa minyak jelantah. Namun dari pertemuan ini kami mendapatkan wawasan lebih luas tentang keberhasilan mereka membangun industri hijau,” ujarnya.

Menurut Firman, konsep industri hijau yang diterapkan di DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada pengelolaan minyak jelantah, tetapi juga mencakup berbagai jenis sampah dan limbah yang kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya berbagai usaha berbasis lingkungan.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah DKI Jakarta membangun platform dan ekosistem yang memungkinkan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas bekerja bersama dalam mengembangkan industri hijau,” katanya.

Firman menambahkan, pengalaman DKI Jakarta dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kalimantan Selatan dalam mengembangkan program serupa. Menurutnya, konsep kolaborasi lintas sektor sangat relevan dengan upaya pembangunan daerah yang tengah didorong di Kalsel.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Lima SPKLU

“Kami melihat ini bisa menjadi benchmark yang menarik untuk diterapkan di Kalimantan Selatan. Dengan semangat Kalimantan Selatan Bekerja, kita juga dapat membangun ekosistem kolaborasi yang mendorong lahirnya industri hijau dan mendukung tujuan pembangunan daerah,” tambahnya.

Kunjungan kerja tersebut diterima Kepala Seksi Industri Kreatif dan Digital Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Nuzula Dhina P. Ia mengapresiasi kunjungan DPRD Kalsel yang dinilai menjadi sarana bertukar pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan industri berkelanjutan.

Menurut Nuzula, selain berbagi informasi mengenai program yang telah dijalankan Pemprov DKI Jakarta, pihaknya juga memperoleh wawasan baru mengenai potensi pengembangan sektor industri di Kalimantan Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Komisi II DPRD Kalimantan Selatan. Melalui diskusi ini, kami juga mendapatkan perspektif baru. Mudah-mudahan hasil pertemuan ini dapat memberikan manfaat dan melahirkan gagasan positif yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan serta potensi daerah,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel berharap berbagai inovasi pengelolaan limbah dan pengembangan industri hijau yang diterapkan di DKI Jakarta dapat menjadi referensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah di Kalimantan Selatan.(NN/KPO-1)

Iklan
Iklan