BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan program edukasi kesehatan
bertema “Edu-Stroke dan Sigap Stroke: Kenali, Cegah, dan Tangani Stroke dengan Cepat dan
Tepat” di Desa Antasan, Kabupaten Banjar, Minggu (21/6/2026).
Hal ini sebagai bagian komitmen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk
memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2026, dengan pendampingan dosen Ns. Bernadetta Germia Aridamayanti, S.Kep, M.Kep.
Melalui program ini, ULM menghadirkan kontribusi langsung di tengah masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan warga mengenai faktor risiko, tanda dan gejala awal, pencegahan, hingga penanganan tepat saat terjadi stroke.
Selama ini, sebagian besar warga desa belum memahami konsep golden period pada penanganan stroke, yakni rentang waktu krusial yang menentukan keberhasilan pengobatan, sehingga penanganan yang dilakukan sering kali belum maksimal dan berisiko memperberat dampak yang dialami pasien.
Ns. Agianto, S.Kep., M.N.S., Ph.D menjelaskan konsep FAST (Face, Arms, Speech, Time),
pentingnya golden period dalam penanganan stroke, serta langkah pertolongan pertama yang tepat.
Dalam suasana interakif, antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Diskusi aktif bermunculan, termasuk berbagi pengalaman warga yang anggota keluarganya pernah mengalami stroke.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi ini sangat membantu menambah
pemahaman setelah keluarganya mengalami stroke dua tahun lalu. Sesi ini juga menjadi ruang
konsultasi langsung antara warga dan narasumber terkait permasalahan kesehatan di lingkungan mereka.
Sekretaris Desa Antasan, Ahmadi mengapresiasi inisiatif mahasiswa ULM dalam menghadirkan edukasi kesehatan langsung ke desa. Ia berharap program serupa terus berlanjut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
Ahmadi menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat mengenali tanda awal stroke dan pentingnya penanganan cepat untuk mengurangi risiko kecacatan maupun komplikasi berat.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena menambah wawasan tentang stroke, terutama mengenai tanda-tanda awal dan cara penanganannya. Kami berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ujarnya.
Sejalan dengan komitmen ULM untuk terus berdampak bagi peningkatan kualitas hidup
masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, melalui program Edu-Stroke dan Sigap Stroke, ULM berupaya beperan aktif dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Edukasi ini diharapkan mendorong masyarakat Desa untuk menerapkan pola hidup sehat, mengenali gejala stroke sejak dini, dan mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat. (adv/lyn/KPO-4).















