BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Meski hanya dapat satu murid baru, SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin tetap memastikan proses belajar mengajar berjalan normal seperti biasa setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 nanti berakhir.
Pasalnya, hingga saat ini SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin tidak masuk dalam rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin untuk di regrouping.
Padahal menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, minimnya siswa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak sampai ada 10 siswa yang diterima. Bahkan sampai ada yang tidak mendaftar sama sekali.
Bahkan total keseluruhan siswa hanya ada sekitar 20 orang terdiri dari enam kelas yang ada. Dimana tiap kelas diisi tidak sampai 10 siswa.
“Belum ada informasi akan di regrouping yang saya tahu hingga saat ini,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, Selasa (14/7/2026).
Lebih rinci Arif menjelaskan di tahun 2024 tidak ada yang mendaftar sama sekali. Kemudian tahun 2025 itu hanya enam siswa dan tahun 2026 ini hanya satu siswa baru yang mendaftar.
Walaupun selama ini Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin tidak memenuhi kouta Rombongan Belajar (Rombel) yang tersedia. Namun ia memastikan hak belajar siswa tetap diberikan secara utuh dan maksimal, bahkan jika hanya ada satu siswa di ruang kelas.
“Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya dan kami usahakan maksimal,” ungkap Arif, Selasa (14/6/2026).
Adapun pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 ini, satu siswa baru yang diterima itu, mengikuti bersama murid baru dari SDN Teluk Dalam 9 yang berada dalam satu kompleks.
Alasannya satu murid baru tersebut tetap merasakan suasana sekolah yang ramai dan menyenangkan selama mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung selama 5 hari.
“Tapi setelah MPLS selesai, siswa itu nanti di kelas tetap sendiri. Tapi informasinya ada siswa pindahan. Jadi ada dua siswa di kelas satu nanti,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan selama ini sudah berbagai cara dan upaya dilakukan pihak sekolah agar kouta penerimaan terpenuhi.
Mulai dari sosialisasi, pemasangan spanduk penerimaan, membagi brosur, promosi dengan konten-konten menarik melalui sosial media. Bahkan sampai jemput bola ke TK-Tk terdekat. Namun kenyataannya berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami sudah lakukan berbagai upaya dan memang pada akhirnya orang tua punya pilihan anaknya bersekolah dimana. Mengingat jumlah SD juga cukup banyak,” terangnya.
Ia mengungkapkan kondisi yang dialami SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin ini sudah coba di koordinasikan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin melalui pembina yang memantau langsung di lapangan.
Namun hingga saat ini keresahan tersebut seperti tidak mendapat jawaban yang membuat proses belajar mengajar tetap berjalan meski hanya satu murid di ruang kelas.
“Sampai saat ini, belum ada informasi SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin akan di regrouping atau seperti apa karena itu kami tetap menjalankan belajar mengajar seperti pada umumnya,” akhirnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Faisal Rachman menuturkan bahwa pihaknya saat ini sedang proses evaluasi hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
“Dalam evaluasi ini kami sedang mendata sekolah-sekolah yang minim,” ujar Faisal.
Sebelumnya Faisal membeberkan jumlah SD yang cukup banyak membuat penyebaran siswa tidak merata. Belum lagi bersaing dengan sekolah swasta dan keagamaan.
“Jumlah 208 SD itu terlalu banyak, idealnya harusnya di bawah 150 saja,” kata Faisal.
Melihat kondisi tersebut apalagi sudah menjadi persoalan tahunan. Maka regrouping sejumlah sekolah menjadi solusi yang tepat.
Namun dalam upaya regrouping ini tentunya tidak bisa langsung karena bertahap. Terlebih jumlah SD yang ada 208 titik.
Pada tahapan pertama ini, Disdik Kota Banjarmasin menargetkan hanya sekitar 5 dari 10 SD yang ada untuk di regrouping.
“Perlu bertahap dan kita data dulu,” pungkasnya. (ham/KPO-3).















