BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Isu yang menyebutkan sejumlah layanan atau peralatan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin tidak berfungsi ditepis pihak rumah sakit.
Malahan saat ini, sejumlah layanan justru tengah dalam proses optimalisasi dan pengembangan yang menyesuaikan dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dokter spesialis yang sedang menempuh pendidikan lanjutan. Seperti dokter spesialis layanan kesehatan Poliklinik Jantung dan Pembuluh Daerah.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung menjelaskan keberadaan alat kesehatan penunjang di rumah sakit tersebut tetap terawat dan siap digunakan. Namun untuk pengoperasian layanan tertentu diperlukan tenaga dokter spesialis dengan kompetensi dan sertifikasi yang sesuai.
“Bukan tidak terpakai, tapi memang disiapkan dulu peralatan dan fasilitasnya. Setelah dokternya sudah ada, selesai pendidikan langsung kita gerak cepat untuk dioptimalkan,” ungkap Direktur Utama (Dirut) RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung, Jumat (5/3/2026).
Pengadaan peralatan kesehatan rumah sakit sendiri lanjut Fajar, tidak bisa sembarang tapi menyesuaikan arahan user untuk keperluan layanan kesehatan yang ada.
“Jadi semua peralatan kesehatan itu pasti terpakai karena sesuai kebutuhan,” ujar Fajar.
Alasan lain peralatan tidak berfungsi optimal karena terkendala keterbatasan ruang, izin yang belum rampung yang sebelumnya sempat dihadapi RSUD Sultan Suriansyah.
“Alhamdulillah sekarang sudah terbangun gedung baru, kalau izin biasa menyusul peralatan dan SDM nya ada. Setelah itu, sudah bisa dioptimalkan,” terangnya.
Di sisi lain, sebagaimana komitmen serius pihaknya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat kota. Rencananya di tahun ini, RSUD Sultan Suriansyah akan menambah Poliklinik Urologi yang menangani berbagai masalah pada saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, uretra) untuk pria dan wanita, serta organ reproduksi pria.
Penambahan sarana tersebut juga mengacu arahan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS bahwa setiap rumah sakit harus memenuhi standar kompetensi KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).
“Tahun ini kita siapkan. Baik peralatan dan ruangan Poliklinik Urologi. Kita juga sudah PKS dengan dokter urologi. Tahun ini layanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) juga sudah siap,” tuturnya.
Kemudian tahun depan, layanan kemoterapi kanker akan dibuka. Dimana tahun tersebut dokter spesialisnya sudah selesai menjalankan pendidikannya.
“Kita sudah siapkan juga tempat, tinggal desain dan peralatannya kita siapkan. Sedangkan Ruangan Sitotoksik yang merupakan tempat racikan obat kanker sudah tersedia. Tinggal poli dan rawat inap saja menunggu dokter kankernya,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan monografi di Ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) yang merupakan bantuan yang rencananya akan segera diberikan Kemenkes.
“Kita sediakan tempatnya, tinggal tunggu teknisi rencana hari ini untuk lihat ruangan. Nanti kalau sudah clear baru pemasangan timba agar radiasi tidak keluar untuk keamanan pelayanan kepada pasien kita,” tutupnya. (ham/KPO-3)















