JAKARTA , Kalimantanpost.com – Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong menegaskan keyakinannya pembinaan pemain muda menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan regenerasi yang berkelanjutan di dalam tim.
Menurut pelatih asal Korea Selatan ini, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang membutuhkan ruang untuk menunjukkan kualitasnya. Karena itu, ia memandang pemberian menit bermain sebagai investasi penting bagi masa depan sepak bola nasional.
“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir, kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman ILeague, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahkan perkembangan pemain tidak bisa hanya diperoleh melalui latihan. Pengalaman bertanding secara langsung menjadi sarana terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kematangan seorang pemain.
“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” tutur mantan pelatih Timnas Indonesia ini.
Pandangan tersebut selaras dengan komitmen Persija yang selama ini terus membuka jalan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang dan bersaing di level tertinggi.
Pada musim lalu, Super League 2025/26, Macan Kemayoran memberikan kesempatan kepada lima pemain mudanya untuk mencicipi atmosfer kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Persija terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pemain binaan sendiri. Konsistensi tersebut tercermin dari banyaknya lulusan Elite Pro Academy (EPA) yang berhasil menembus tim utama dalam beberapa musim terakhir. Dalam kurun lima musim terakhir, sebanyak 23 pemain jebolan EPA Persija telah menjalani debut profesional bersama Macan Kemayoran. (ful/KPO-3)















