MIAMI, Kalimantanpost.com – Timnas Inggris berhasil meraih juara ketiga Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Perancis 6-4 dalam pertandingan di Miami yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026) pagi WIB.
Walau pun kalah, striker Perancis, Kylian Mbappet yang mencetak dua gol dalam laga penuh dramatis tersebut dan berpeluang menjadi top skor Piala Dunia dengan 10 gol.
Mbappé unggul dua gol atas Lionel Messi dari Argentina. Messi sendiri akan bertanding dalam laga final melawan Spanyol pada Senin (20/7) dinihari WIB.
Selain itu, laga perebutan juara ketiga ini memastikan masa kepemimpinan Didier Deschamps selama 14 tahun yang sarat trofi sebagai pelatih Les Bleus berakhir dengan kekalahan.
Timnas Inggris yang tak menurunkan sang kapten, Harry Kane dan Jude Bellingham, hanya membutuhkan kurang dari tiga menit untuk memecah kebuntuan. Kapten pengganti Declan Rice mencegat umpan Désiré Doué dan melaju tanpa hambatan sebelum dengan brilian melepaskan tembakan ke sudut jauh dari luar kotak penalti.
Bukayo Saka kemudian melepaskan tembakan yang dianulir karena offside, tetapi Three Lions masih menggandakan keunggulan 2-0 ketika Ezri Konsa menyundul bola hasil sepak pojok Rice ke tiang jauh di menit 16.
Pemain Perancis yang seperti kehilangan semangat dalam perebutan juara ketiga begitu mudah diobrak abrik pemain muda Inggris dan hanya Kylian Mbappé yang tampil penuh semangat memberikan ancaman di lini serang.
Inggris pun kembali mendapat peluang melalui Marcus Rashford mengecoh Warren Zaïre-Emery sebelum melepaskan tembakan dari jarak jauh, memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan yang mengesankan.
Gawang Les Bleus akhirnya kembali kebobolan gol ketiga ketika Rashford dan Saka bekerja sama dalam serangan balik, keduanya melihat upaya mereka digagalkan sebelum Rashford memberikan umpan kepada pemain sayap Arsenal untuk mencetak gol di menit 37.
Inggris secara mengejutkan menambah gol keempat di waktu tambahan babak pertama ketika Eberechi Eze memberikan umpan terobosan kepada rekan setimnya di Arsenal, Saka, yang kemudian mencetak gol ke sudut bawah gawang di menit 45+1.
Kedudukan 4-0 untuk Perancis bertahan hingga turun minum.
Tak ingin dipermalukan, Deschamps memasukkan empat tenaga baru, termasul Dembele dan Bradley Barcola di babak kedua untuk menambah daya gedor di depan.
Hasilnya, Perancis langsung membalas dengan memperkecil selisih gol. Mbappé mencetak gol setelah menerima umpan dari Michael Olise di menit 48.
Mbappé kemudian menjadi pemberi assist, mengoper bola kepada pemain pengganti Bradley Barcola di menit 54, sehingga kedudukan jadi 4-2.
Perancis terus menekan membuat Olise memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu Piala Dunia mengumpan bola kepada Mbappé di menit 66 untuk mencetak gol ke-22-nya di final, dan sekaligus melampaui Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi tersebut.
Dikutip dari laman FIFA, Mbappé juga menjadi pemain pertama sejak Gerd Müller pada tahun 1970 yang mencetak gol dua digit dalam satu Piala Dunia, tetapi prestasinya tidak cukup untuk menyelesaikan kebangkitan Perancis.
Setelah Olise menyia-nyiakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan namun melenceng dari sasaran, Inggris mendapatkan penalti ketika Djed Spence dijatuhkan oleh Malo Gusto di dalam kotak penalti
Saka mencetak gol dari titik penalti untuk melengkapi hat-trick-nya pada menit 87 hingga kedudukan menjadi 5-3.
Ousmane Dembélé kembali membangkitkan semangat pertandingan ketika ia melepaskan tembakan keras yang menghasilkan gol kesembilan di menit 90+6.
Namun, Jude Bellingham segera mengakhiri perlawanan Perancis ketika ia melakukan serangan balik dan mencetak gol ketujuhnya di final ini pada menit 90+8 sekaligus gol terbanyak yang dicetak oleh pemain Inggris. (ful/KPO-3)















