JAKARTA, kalimantanpost.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Bidang Media dan Komunikasi, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Kongres Biasa PSSI 2026 harus mampu diimplementasikan hingga ke daerah sebagai langkah memperkuat pembinaan sepak bola nasional secara berkelanjutan.
Hasnuryadi menghadiri Kongres Biasa PSSI 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026). Forum tahunan tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan menjadi wadah pengambilan berbagai kebijakan strategis yang akan menjadi arah organisasi sepak bola Indonesia untuk satu tahun ke depan.
Sejumlah agenda penting dibahas dalam kongres, di antaranya penyampaian laporan kegiatan PSSI periode 2025/2026 beserta rencana program kerja 2026/2027, laporan keuangan tahun buku 2025 dan anggaran 2026, perubahan nama, status, serta perpindahan domisili sejumlah klub sepak bola Indonesia.
Selain itu, kongres juga mengesahkan regulasi mengenai status dan transfer pemain, menetapkan Kode Pemilihan PSSI edisi 2026, serta menentukan jadwal Kongres Biasa PSSI 2027 yang akan menjadi forum pemilihan kepengurusan baru.
Menurut Hasnuryadi, Kongres Biasa PSSI merupakan momentum penting untuk mengevaluasi capaian organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis demi kemajuan sepak bola Indonesia.
“Kongres ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Semua keputusan yang diambil harus bermuara pada kemajuan sepak bola Indonesia dan memberikan manfaat bagi seluruh insan sepak bola,” ujarnya.
Sebagai Exco PSSI yang membidangi media dan komunikasi, Hasnuryadi juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipercaya mengenai perkembangan sepak bola nasional.
“Kami ingin komunikasi PSSI semakin terbuka dan mampu menjembatani informasi kepada publik. Dukungan masyarakat sangat penting untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional, sehingga transparansi dan komunikasi yang baik harus terus diperkuat,” katanya.
Hasnuryadi menambahkan, berbagai keputusan yang telah disepakati dalam Kongres Biasa PSSI 2026 tidak boleh berhenti di tingkat pusat, tetapi harus diterjemahkan menjadi program pembinaan yang nyata di seluruh daerah, termasuk di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh klub, akademi sepak bola, pelatih, hingga para pemain usia muda.
“Harapan kami, hasil Kongres Biasa PSSI 2026 ini dapat menjadi bekal untuk terus memajukan sepak bola di Banua. Apa yang menjadi kebijakan dan program PSSI nantinya akan kami sinergikan dengan pembinaan sepak bola di Kalimantan Selatan agar prestasinya terus meningkat. Dengan kebersamaan seluruh insan sepak bola, kami optimistis Banua akan terus melahirkan talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (KPO-1)















