Banjarmasin, KP – Guna meningkatkan geliat pariwisata andalan Kota Banjarmasin, pemerintah setempat mendapatkan bantuan berupa 10 jukung dari PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarmasin.
Kegiatan dimulai dengan Atraksi Acil Banjar di atas perahu khas Kalimantan Selatan beriringan dengan riak Sungai Martapura.
Acara juga semakin semarak dengan Tari Radap Rahayu yang merupakan tarian klasik Banjar beraliran melayu dan bersifat sakral.
Melalui gerak tari, digambarkan sosok bidadari turun dari kayangan ke bumi atau dara Banjar untuk menampung tawari tamu-tamu yang datang sebagai bentuk penghormatan dan tanda selamat datang di Tanah Banjar.
Bantuan perahu tradisional khas masyarakat Banjar yang senilai Rp 70 Juta itu diserahkan kepada Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Siring Menara Pandang, yang berada di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin.
Hal itu merupakan bentuk bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diserahkan langsung oleh General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, di kawasan Siring Menara Pandang, Selasa (26/10) siang.
Saat diwawancarai, Dony menjelaskan, yang diserahkan pihaknya itu masih satu kesatuan dengan program bantuan yang sebelumnya disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil (UMK). Termasuk pada sektor pertanian di sejumlah daerah di Kalsel.
“Sekarang, kami mendorong sektor pariwisata melalui bantuan sepuluh jukung ini,” ucapnya.
Ia berharap, saat kondisi pandemi Covid-19, bantuan sederhana ini diharapkan bisa membantu perekonomian Kota Banjarmasin.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di tahun yang akan datang,” harapnya.
Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku sangat mengapresiasi bantuan dari pihak Angkasa Pura. Menurutnya, bantuan berupa sepuluh jukung itu sangatlah bermakna.
“Semoga tanggung jawab sosial dan lingkungan ini semakin mendekatkan Angkasa Pura dengan seluruh warga dan juga pengunjung tempat pariwisata yang ada di Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Disinggung terkait penggunaan sepuluh jukung itu, Ibnu menjelaskan nantinya jukung-jukung ini diletakkan di Dermaga Pasar Terapung Siring Piere Tendean.
Pengelolaannya, ada pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, melalui UPT Siring.
Dan ke depan, jukung-jukung itu tidak hanya bisa digunakan para pedagang pasar terapung saja. Seperti misalnya untuk keperluan atraksi jukung atau lainnya.
Tapi, juga bisa dimanfaatkan pengunjung kawasan Siring Menara Pandang.
“Saya berharap, kita bisa sama-sama menjaga fasilitas yang diberikan ini. Dan dari segi ekonomi, melalui bantuan ini, semoga bisa lebih bergeliat lagi,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)















