Banjarmasin, KP – Di Indonesia kanker serviks masih menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara.
Hal ini menjadi alasan Menteri Kesehatan, yang memberikan program wajib vaksin Human Papilloma Virus (HPV) secara gratis.
Vaksinasi yang diharapkan menjadi upaya pencegahan penularan penyakit kanker leher rahim atau langker serviks ini diperuntukkan kepada kelompok sasaran vaksinasi nasional.
Yaitu untuk anak perempuan usia sekolah kelas 5 dan 6 SD yang diberikan bersamaan dengan program imunisasi nasional.
Untuk remaja dan dewasa yang tidak masuk sasaran program imunisasi nasional ini, artinya bisa melakukan vaksinasi secara mandiri di fasilitas kesehatan yang tersedia.
Lantas bagaimana dengan Kota Banjarmasin?
Rupanya, program vaksinasi HPV ini belum sampai menyentuh ke wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Kita Banjarmasin.
Kepala Bidang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, dr Hj Bandiyah Ma’rifah mengatakan, tahun ini pemerintah pusat masih memfokuskan diri kepada di 111 kabupaten kota, fokusnya Jawa, Bali dan Sulawesi.
“Untuk wilayah Kalimantan dan Sumatera nanti di tahun 2023,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya belum lama tadi.
Untuk targetnya sendiri, ia menjelaskan, masih sama dengan target nasional, yakni siswi kelas 5 dan 6 SD yang mendapatkan satu dosis vaksin.
Kemudian, untuk anak perempuan dengan usia 10 sampai dengan 13 tahun mendapat dua kali dosis penyuntikan.
Banjarmasin masih belum termasuk kabupaten kota yang menggelar vaksinasi HPV gratis, dr Bandiyah menerangkan pihaknya pun akan fokus melakukan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan juga Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).”Setelah itu baru kita fokus ke plan of action vaksinasi HPV,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, untuk menjalankan vaksinasi HPV ini, pihaknya terlebih dahulu harus mendata jumlah siswa dan anak yang masuk sasaran vaksinasi dengan melakukan advokasi kepada Disdik dan Kemenag Kota Banjarmasin.
“Kita melihat jumlah anak sekolah di pergerakan tahun akhir 2022 ini sekitar November Desember dulu. Kalau dilakukan sekarang takutnya akan terjadi perubahan,” pungkasnya.
Dengan adanya advokasi kepada dua instansi terkait itulah, ia akan mengenalkan apa sebenarnya tujuan dan alasan mengapa program ini harus dilaksanakan kepada siswi.
“Lalu kita mengandalkan petugas puskesmas yang menyasar dengan program promosi kesehatannya, untuk mengenalkan kepada masyarakat terutama orangtuanya tentang bahayanya kanker serviks,” jelas Bandiah.
Karena itulah ia berharap agar upaya vaksinasi ini tidak mendapat kendala atau halangan yang berarti saat pelaksanaannya.
Lantaran kanker serviks ini merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi kedua untuk penyakit kanker, maka pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Terutama Di usia mulai puber atau menstruasi pertama.
“Di tahun 2021 sendiri di Kota Banjarmasin terdata ratusan wanita terkena kanker serviks,” bebernya.
Ia menilai, program vaksinasi HPV secara gratis ini seharusnya bisa dijadikan warga Banjarmasin untuk bisa menghindari penyakit yang diakibatkan oleh virus yang biasanya menjadi penyebab kutil di kulit bagian luar tersebut.
“Karena kalau secara mandiri, untuk bisa mendapatkan sekali vaksin perlu biaya sebesar sejuta lebih. Dan untuk dewasa harus tiga kali dosis. Beruntung kalau pemerintah menggalakkan program ini secara gratis,” tuntasnya. (Kin/K-3)















