Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pelihara Lingkungan Hidup Harus Jadi Gerakan Sosial

×

Pelihara Lingkungan Hidup Harus Jadi Gerakan Sosial

Sebarkan artikel ini
Hal 10 1 KLm Hilyah Aulia 1
Hilyah Aulia

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Hilyah Aulia mengatakan, menjadikan lingkungan yang bersih dan lestari merupakan tugas manusia dalam menjaga keberlangsungan dan kelestarian alam.

” Menyadari itu,maka tindakan perlindungan dan pengelolaan terhadap lingkungan harus senantiasa dilakukan,” kata Hilyah Aulia

Kalimantan Post

Hal itu dikatakannya kepada {KP} Minggu (5)6/2022) menyikapi Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.

Menurutnya saat ini dalam menjaga kelestarian lingkungan yang dihadapi Kota Banjarmasin selain soal pemanasan global adalah terkait pengelolaan dan penanggulangan sampah.

Sebab ia menilai masalah sampah di kota Banjarmasin dirasakan sampai sekarang masih menjadi problem lantaran belum sepenuhnya terpecahkan dengan baik.

Banyaknya sejumlah kendala dihadapi seperti minimnya teknologi serta sarana dan prasarana dimiliki sering menjadi alasan utama mengapa permasalahan upaya penanganan kebersihan ini terpecahkan.

Namun Hilyah Aulia mengatakan, dari sekian kendala itu adalah bukan hanya persoalan masih terbatasnya teknologi, minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki, tapi juga karena masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap betapa pentingnya menjaga kebersihan.

“Dengan demikian penanggulangan atau pengelolaan sampah sebenarnya bukan hanya sekedar terletak pada penggunaan teknologi, tapi paling paling mendasar menyangkut disiplin serta kesadaran masyarakat untuk terbiasa menjaga kebersihan,” kata Hilyah Aulia.

Terkait momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ia meminta, Pemko Banjarmasin agar terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penanganan masalah sampah harus dijadikan gerakan sosial masyarakat yang ‘diperangi’ secara bersama.

“Sebab melalui gerakan sosial itulah selain kita dapat secara bersama- sama menjaga kelestarian lingkungan,tapi juga dalam upaya mewujudkan Banjarmasin menjadi Kota Baiman (Barasih Wan Nyaman) akan mampu kita wujudkan,” ujarnya.

Ketua komisi III membidangi masalah pembangunan dan lingkungan ini juga mengatakan, Pemko Banjarmasin bersama masyarakatnya harus belajar dari sejumlah daerah di Indonesia, terlebih sejumlah negara maju yang dinilai sudah cukup berhasil melakukan penanggulangan sampah sebagai salah upaya menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Pemkot Banjarmasin Buka Seleksi Dewan Pengawas dan Direksi Dua BUMD

Disana ungkapnya , pengelolaan dan penanggulangan sampah tidak hanya sekedar dengan menggunakan teknologi, tapi juga sangat didukung kesadaran dan disiplin yang sangat tinggi dari warganya.

Ia berpendapat, sebenarnya sudah banyak pemanfaatan teknologi serta sumbangan pemikiran dari perguruan-perguruan tinggi maupun para pakar lingkungan dalam upaya mengatasi persoalan sampah.

Namun kembali ketua komisi dari F-PKB ini berpendapat, teknologi tidak banyak artinya jika tidak diimbangi dan diikuti oleh gerakan kolektif masyarakat untuk menangani masalah sampah.

Menyadari hal demikian ujarnya, masyarakat perlu kiranya diberikan pemahaman secara berkelanjutan agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

“Apalagi jika mampu memberdayakan gerakan kolektif masyarakat dimana pemilahan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat dari segi ekonomi, seperti diolah menjadi kompos serta energi biogas,” ujarnya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 diprakarsai oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan diperingati setiap tahun pada 5 Juni sejak 1973.Dalam peringatan tahun 2022 ini PBB mengambil tema “Only One Earth” atau Hanya Satu Bumi.

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam peringatan tahun ini telah memutuskan untuk menggunakan tema Indonesia yaitu “Satu Bumi untuk Masa Depan.” (nid/K-3)

Iklan
Iklan