Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Waspadai Temuan Kasus Pertama Cacar Monyet

×

Waspadai Temuan Kasus Pertama Cacar Monyet

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 Klm Cacar Moyet
CACAR MOYET- Inilah gejala yang terjadi ketika virus Monkeypox yang menyebabkan penyakit cacar monyet menjangkit ke manusia.

Banjarmasin, KP – Adanya temuan kasus pertama penyakit cacar monyet atau Monkeypox yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah pusat menjadi hal yang patut diwaspadai bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengakui bahwa kabar tersebut memang menjadi atensi tersendiri bagi pihaknya.

Kalimantan Post

“Ya benar, memang ini jadi perhatian bagi kita di Dinkes,” ucapnya saat dihubungi awak media, Minggu (21/08) siang.

Sebelumnya diketahui, dalam konferensi pers yang diumumkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Sabtu (20/8) kemarin, orang pertama yang dinyatakan positif mengenai cacar monyet ini merupakan warga dari DKI Jakarta.

Pasien pertama ini adalah laki-laki berusia 27 tahun yang baru saja pulang dari kunjungannya di luar negeri. Dan saat ini pasien yang bersangkutan tengah menjalani perawatan.

Karena itulah, Ramadhan menegaskan bahwa pihaknya pasti akan mewaspadai resiko penularan cacar monyet pada manusia.

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.

Meski demikian, sejak diterimanya Surat Edaran (SE) Kemenkes pada 29 Juli lalu, Ramadhan mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada Kepala Puskesmas sebagai bentuk antisipasi mitigasi risiko dan pencegahan dini mengenai penyakit tersebut.

“Insyaallah malam ini kita juga akan lakukan sosialisasi lagi bersama Kepala Puskesmas, terkait penemuan pasien monkeypox ini sesuai dengan video Conference,” jelasnya.

Bahkan ia menegaskan akan langsung menindaklanjuti jika terdapat laporan atau keluhan warga yang gejalanya mengarah ke cacar monyet .

“Kita akan menindaklanjutinya sebagai antisipasi apabila ada menemukan indikasi yang dicurigai mengarah ke penyakit monkeypox,” tandasnya.

Ia menjelaskan, usia rentan tertular monkeypox adalah 16 tahun kebawah. Sehingga diharapkan masyarakat tetap melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tetap waspada.

Baca Juga :  Jelang HUT RI, Zazuli Ingatkan ASN Banjarmasin Jaga Disiplin dan Kebersamaan

“Kita juga mengaktifkan laporan mingguan untuk penyakit berpotensi wabah,” pungkasnya.

Sekedar informasi, gejala cacar monyet biasanya kerap dilaporkan pada tubuh bagian atas.

Berbeda dengan cacar air yang dimulai dari lesi muncul di wajah dan berakhir menyebar ke nyaris seluruh bagian tubuh.

Gejala ruam atau lenting di pasien cacar monyet kerap diikuti, demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kedinginan dan kelelahan.

Dikutip dari laman Alodokter.com, virus ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan, seperti tupai, monyet atau tikus, yang terinfeksi virus monkeypox.

Penularan virus monkeypox juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Cacar monyet menyebar antarmanusia melalui percikan liur yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka di kulit.

Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti pakaian penderita. Namun, penularan antarmanusia membutuhkan kontak yang lama. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan