Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Santri Ramah Makin Cakap Digital

×

Santri Ramah Makin Cakap Digital

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Satri Digital
SANTRI – Inilah para santri Digital Lakpesdam PBNU, Hesbul Bahar yang jadi narasumber menyampaikan materi ruang digital dan tantangan masa depan pesantren. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia Lakpesdam PWNU Kalsel melaksanakan kegiatan literasi digital bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo RI) Senin (22/08) siang.

Literasi digital yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu digelar di Pondok Pesantren Al-Mujahidin dan secara daring atau webinar dandengan bertajuk ‘Santri ramah Makin Cakap Digital’.

Kalimantan Post

Lakpesdam PBNU, Hesbul Bahar yang jadi narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi Ruang Digital dan tantangan masa depan pesantren.

“Era digitalisasi saat ini saat ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan teknologi. Termasuk lembaga pendidikan pesantren yang sangat perlu mengembangkan literasi digital positif,” ucapnya menerangkan.

Tujuannya tidak lain agar syiar dakwah islam dapat tersampaikan secara luas, dilain sisi juga dapat membendung gempuran negatif di media sosial.

“Literasi dapat diartikan sebagai keahlian baca tulis, dan tentu juga harus dikuasai anak pesantren,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PWNU Kalsel M Hafizh Ridha menuturkan, pemahaman digital yang mumpuni saat ini sangat penting bagi santri yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di pesantren.

Bukan tanpa alasan, hal itu dikarenakan agar para santri mampu bersaing di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini.

Apalagi sekarang menurut Hafizh, setiap orang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dunia internet.

“Kemampuan para santri dan santriwati tidak hanya cakap dalam ilmu keagamaan, juga harus siap bersosialisasi di dunia maya dengan menebarkan informasi positif,” pungkasnya.

Disisi lain, Wakil Rektor 1 Universitas Borneo Lestari Kalsel, Hasan Ismail menyampaikan kepada ratusan santri Al-Mujahidin, Batola, selain keilmuan agama, yang paling penting adalah membangun karakter anak didik di lingkungan pesantren.

Sehingga sistem digital saat dapat diisi dengan hal-hal positif dan kebaikan.”Ada filosofi adab diatas ilmu, sehingga jadi modal dasar pendidikan anak pesantren,” ungkap Hasan Ismail.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banjarmasin Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Pemurus Dalam

Webinar Nasional literasi digital kali ini turut dihadiri ketua umum PBNU KH. Yahya Chalil Staquf, Ketua PWNU Kalsel KH. A. Hasib Salim, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan. Acara didukung KPID Kalsel, NU Online, dan Poros Sahabat Nusantara. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan