Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Wisata Kampung Ketupat Terancam Gagal Diresmikan

×

Wisata Kampung Ketupat Terancam Gagal Diresmikan

Sebarkan artikel ini

Peresmian kawasan wisata mandiri Kampung Ketupat Sungai Baru terancam gagal diresmikan akhir tahun, menyusul robohnya ikon tugu atau landmark kampung tersebut.

BANJARMASIN, KP – Peresmian kawasan wisata mandiri (KWM) Kampung Ketupat Sungai Baru terancam gagal diresmikan akhir tahun nanti, menyusul robohnya ikon tugu atau landmark kampung tersebut akibat terjangan angin kencang.

Kalimantan Post

Kendati demikian, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina memastikan ikon tugu Kampung Ketupat Sungai Baru yang berada di bantaran Sungai Martapura tersebut akan diperbaiki investor atau pengembang.

“Bangunan yang roboh akibat terjangan angin kencang akan segera diperbaiki kontruksinya, sehingga bisa diresmikan pada akhir 2022 ini,” kata Ibnu Sina, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/11), di Banjarmasin.

Ibnu Sina mengatakan, ambruknya tugu ikon Kampung Ketupat akibat terjangan angin kencang merupakan musibah, dan hanya pada satu zonasi, bukan keseluruhan KWM Kampung Ketupat.

“Yang ambruk hanya di satu titik, sedangkan sekian banyak kawasan yang sudah ditata lainnya masih utuh,” tambah Walikota.

Diantaranya, area kuliner, arena UKM. Sedangkan, bangunan yang roboh itu berada di area kafe yang akan dipakai untuk wadah pertunjukan musik seperti musik akuistik atau band.

Bahkan, Ibnu Sina menyakini, usai direhabilitasi pasca musibah angin kencang, keberadaan area tersebut tidak akan mengganggu masyarakat, terutama saat pertunjukan musik.

“Kawasan tersebut sudah dipasang pagar dari bambu untuk meredam suara,” ujar Ibnu Sina.

Sebelumnya diketahui, bentuk kerjasama Pemko Banjarmasin dengan pihak ketiga, PT Juru Supervisi Indonesia (Juri.id) dari Yogyakarta tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) senilai Rp6 miliar pada Agustus 2022 lalu untuk menata kawasan Kampung Ketupat Sungai Baru.

Untuk merealisasikannya, PT Juru Supervisi Indonesia menggandeng sejumlah subkontraktor lokal untuk menggarap proyek Kawasan Wisata Mandiri (KWM) Kampung Ketupat, Sungai Baru di atas lahan seluas 7.000 meter persegi (m2).

Baca Juga :  Fasilitas Banyak Rusak, DPRD Banjarmasin Minta Perumda Pasar Baiman Bergerak Cepat

Proyek penataan kawasan tersebut mencakup pengerjaan fisik fasilitas berupa tugu ikon Kampung Ketupat Sungai Baru, gazebo hingga stand yang akan ditempati para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), terutama pedagang ketupat di Sungai Baru.

“Biaya penataan KWM Kampung Ketupat Sungai Baru bukan berasal dari APBD Banjarmasin, tapi investor,” tambahnya saat meresmikan proyek dermaga apung Jembatan Dewi yang menghubungkan kawasan Siring Patung Bekatan dengan Sungai Baru. (yul/K-7)

Iklan
Iklan