Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Waspada Kelompok Radikalisme Menyasar Sekolah

×

Waspada Kelompok Radikalisme Menyasar Sekolah

Sebarkan artikel ini
6 HL Ditintelkam Cegah Intoleran 3klm
KUNJUNGAN SILATURAHMI - Dit Intelkam Polda Kalsel melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azhar Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS). (KP/)

Cikal bakal radikalisme dan terorisme adalah intoleransi sehingga semua pihak perlu menjaga toleransi dan 4 pilar kebangsaan.

KANDANGAN, KP – Waspadai Kelompok radikalisme menyasar sekolah, perguruan tinggi hingga pesantren dan tempat ibadah.

Kalimantan Post

Untuk mencegah intoleransi, paham radikalisme dan terorisme, pihak Direktorat Intelijen Keamanan (Dit Intelkam) Polda Kalsel rutin melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke sejumlah daerah.

Sabtu (24/2), rombongan Dit Intelkam melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azhar Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Direktur Intelkam Polda Kalsel, Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan yang diwakili Panit 1 Kasubdit Kamneg Dit Intelkam, AKP Muhammad Shodiq SH menyampaikan, kegiatan silaturahmi ini dilakukan dalam rangka menjaga situasi kondusif,

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta mencegah berkembangnya sikap intoleransi, paham radikalisme dan terorisme, khususnya di lingkungan sekolah.

“Dalam kesempatan ini kami berpesan kepada seluruh adik-adik, agar tetap waspada terhadap sikap intoleransi yang dapat berkembang menjadi paham radikalisme dan terorisme. Juga kepada para guru dan pengajar agar memberikan pengajaran agama Islam yang baik dan benar serta mengajarkan ideologi Nagara Indonesia kepada para santri,” ujarnya di hadapan jajaran Kesbangpol Kabupaten HSS, Wakil Kepala Sekolah serta para guru dan siswa-siswi Madrasah Aliyah satu atap Al-Azhar Kandangan.

Perwakilan Kesbangpol Kabupaten HSS, Roni Rusmadi SH MIp menyampaikan bahwa cikal bakal radikalisme dan terorisme adalah intoleransi sehingga semua pihak perlu menjaga toleransi dan 4 pilar kebangsaan.

Pada kesempatan itu, Wakil Kepala Sekolah Madrasah Aliyah satu atap Al-Azhar Kandangan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari pihak Polda Kalsel dan Kesbangpol Kabupaten HSS.

“Pesan yang disampaikan tentang pencegahan Intoleransi menambah wawasan bagi para guru dalam mendidik anak-anak di sekolah,” ucapnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Landa Dua Kecamatan di Balangan

Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan doa dan makan bersama dengan seluruh tamu undangan.

Selain di Kabupaten HSS, Dit Intelkam Polda Kalsel juga melakukan kegiatan serupa di Mushalla Al Imam An Nawawi, di Kecamatan Batumandi, Kabupatan Balangan.

Diawali dengan sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan mengikuti kajian kitab Ahlisunnah wal Jama’ah oleh Ustadz Abu Zamzam Febri Al Banjari.

Iptu Agus Murti Widodo dari Direktorat Intelkam Polda Kalsel menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan jamaah Mushalla Al Imam An Nawawi Batumandi, terlebih khusus kepada Ustadz Abu Zamzam Febri Al Banjari yang menerima kunjungan silaturahmi Dit Intelkam.

“Di sini kami hanya berpesan agar dapat bersama-sama menjaga sitkamtibmas di wilayah Kalsel serta membantu dalam menanggulangi intoleran, radikalisme dan terorisme,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kegiatan ini sebagai langkah antisipasi terhadap intoleransi, radikalisme dan terorisme.

“Harus dimulai sedini mungkin dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, kelompok radikalisme menyasar sekolah, perguruan tinggi hingga pesantren dan tempat ibadah.

“Di antara ciri anak yang terpapar paham radikal keagamaan yaitu mereka sudah tidak taat, tidak hormat, berani dengan orang tua dan intoleran terhadap keragaman perbedaan jika sudah menemukan ciri itu harap mewaspadai dan bisa melapor kepada aparat keamanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz Abu Zamzam Febri Al Banjari yang mengisi kajian menyinggung terkait jihad, yang dinilai banyak disalahartikan, bahkan membolak-balikkan ayat-ayat Al-Qur’an dan sunah.

“Khususnya terkait jihad, dimana mereka menganggap bahwa pemerintah (Presiden) dengan rakyatnya adalah kafir, inilah pemahaman ayat yang tidak benar contohnya dalam pemahaman surah Al-Maidah ayat 44,” bebernya.

Hal itu tersebut menurutnya, karena tidak memahami kaidah dan pemahaman para sahabat, dan kitab-kitab tafsir alim ulama Ahlusunah wal Jamaah.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Pembunuhan Mahasiswi ULM, Motif Diduga Persoalan Asmara

Selain itu, ia juga memaparkan terkait aksi teroris, yang sebenarnya sudah ada sejak jaman para sahabat, yang dinilai juga karena salahnya pemahaman dalam surah itu. (opq/fin/K-4)

Iklan
Iklan