Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin menargetkan pembangunan 3 Puskesmas baru. Tiga Pusat Pelayanan Masyarakat itu adalah Puskesmas Kelayan Timur, Cempaka Putih dan Sungai Bilu.
Pembangunan puskesmas ini melengkapi pembangunan puskesmas yang diajukan tahun 2023 yaitu puskesmas Pemurus Dalam dan Pelambuan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M Ramadhan usai acara Peresmian Puskesmas Mantuil mengatakan pembangunan puskesmas baru karena kondisi bangunan yang tidak layak dan sudah tidak representatif.
Bahkan kondisi Puskesmas Kelayan Timur bangunannya sudah miring.
Pembangunannya diperkirakan menelan anggaran hingga 15 milyar rupiah, kalau dirata-ratakan sama nilainya seperti Puskesmas Mantuil tutur M Ramadhan.
Sementara untuk mencari tenaga kesehatannya bakal menggunakan metode di Puskesmas Mantuil yaitu menggunakan tenaga nakes dari puskesmas induk.
Seperti pengadaan tenaga nakes di Puskesmas Mantuil yang berjumlah 33 0rang, 3 orang nakes ASN, 7 PPPK dari Puskesmas induk sisanya tenaga PPPK hasil seleksi BLUD Puskesmas Pekauman.
Kepala Puskesmas Mantuil, Rony mengatakan operasional puskesmas dilakukan secara bertahap.Hal ini karena pihaknya masih melakukan pelatihan tenaga kesehatan yang baru.
Selain itu, tidak semua peralatan medis telah datang karena terkendala pengiriman.Yang sekarang telah semua poliklinik telah beroperasi kecuali poliklinik gigi tutur Rony.
Saat ini kita melakukan uji coba operasional sambil kita terus evaluasi di bidang pelayanan kata Rony.
Sementara, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan Puskesmas Mantuil bakal menjadi standar pembangunan puskesmas di Kota Banjarmasin.
Puskesmas tidak hanya menjadi pusat pelayanan pertama bagi orang sakit, namun menjadi tempat warga untuk menjaga kesehatan, bisa dengan pemeriksaan rutin atau senam bersama dengan warga.
Selain itu, bentuk bangunan yang tanpa pagar dapat membantu aktivitas ekonomi masyarakat.Seperti jalur jalan dan halaman luas ini dipergunakan warga untuk acara pasar malam tutur Ibnu Sina.
Bagi warga Mantuil, keberadaan puskesmas ini sangat membantu mereka.
Walaupun mengeluhkan tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat, namun dengan adanya puskesman ini, dirinya bisa berobat dengan menggunakan KTP.
Biasanya untuk pengobatan atau pemeriksaan penyakit asam urat dilakukan di Puskesmas Pelambuan.
Untuk ke sana harus menggunakan bus trans banjarmasin, sehingga sangat membantu sekali tutup Saudah. (Mar/K-3)















