Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

WHO Cabut Status Pandemi Covid-19, Walikota : Pertahankan Langkah Pencegahan

×

WHO Cabut Status Pandemi Covid-19, Walikota : Pertahankan Langkah Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Walikota
CABUT WHO- Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meminta untuk terus mempertahankan langkah pencegahan pasca pencabutan status pandemi Covid-19 oleh Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization). (KP/Mardiyanto)

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meminta untuk terus mempertahankan langkah pencegahan pasca pencabutan status pandemi Covid-19 oleh Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization).

Langkah pencegahan itu berupa memakai masker, melakukan kebiasaan mencuci tangan serta melakukan isolasi mandiri kalau sakit.

Kalimantan Post

Menurut Ibnu Sina, kebiasaan baik ini harus terus dipertahankan walaupun sudah tidak ada pembatasan dan pelarangan.

Protokol kesehatan ini pun telah dibelakukan secara wajar dan tidak terlalu ketat.

Kebiasaan baik, walaupun suka atau tidak suka harus terus dijalankan, semua ini bukan untuk diri sendiri, namun menjaga kesehatan secara bersama tutur Ibnu Sina.

Apalagi angka persentase vaksinasi yang masih rendah sehingga menjaga kesehatan bersama sangat penting tutur Ibnu Sina.

Ibnu Sina mengatakan jangan sampai pandemi yang telah berlangsung 2 hingga 3 tahun membuat kita lengah dan meninggalkan langkah-langkah pencegahan yang telah dijalankan sehingga berujung pada peningkatan kasus baru Covid-19.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (KPPP) Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Bandiyah Ma’rifah mengatakan angka vaksinasi untuk booster 1 dan 2 di Kota Banjarmasin masih rendah.

Angka vaksinasi booster di Kota Banjarmasin terutama vaksinasi booster 1 berada dibawah 50 persen, jauh dibawah ketentuan kementrian kesehatan secara nasional minimal 50 persen.

Angka vaksinasi booster 1 dibawah 50 persen, angka vakdinasi booster 2 malah jauh lebih rendah lagi tutur Bandiyah.

Rendahnya angka vaksinasi booster ini disebabkan stok vaksin booster 1 dan 2 yang jumlahnya terbatas.

Hal ini sebagai imbas dari tingginya permintaan dan gencarnya program vaksinasi yang dilakukan dinas kesehatan bersama sejumlah pihak.

Untuk mengatasi kekurangan vaksin ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah meminta stok tambahan dari Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Pemprov Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi, YN'S Center Perkuat Silaturahmi dan Kecintaan kepada Rasulullah

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin sendiri menyambut baik langkah pencabutan status pandemi Covid-19 oleh WHO.

Namun masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Kesehatan Pemprov Kalimantan Selatan dan Kementrian Kesehatan.

Jumlah kenaikan kasus Covid 19 masih sangat rendah, kenaikan kasus baru 1 hingga 2 kasus, sangat jauh dibawah angka kenaikan kasus Covid 19 pada masa awal pandemi dahulu, artinya kasus Covid 19 bisa dikendalikan oleh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada tutur Bandiyah.

Langkah langkah pencegahan harus terus dilakukan terutama memakai masker di tempat umum serta selalu melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Masyarakat yang kondisi tubuhnya sedang sakit atau memiliki riwayat komorbid (penyakit bawaan) untuk tetap menggunakan masker tutup Bandiyah. (Mar/K-3)

Iklan
Iklan