Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Barito KualaKabar Banua

Launching “LANTINGKUU” Diharap Turunkan Stunting

×

Launching “LANTINGKUU” Diharap Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Marabahan 4 klm
LAUNCHING LANTINGKUU. (KP/Agung)

Marabahan Kalimantanpost.com – Pj. Bupati Barito Kuala Mujiyat,. S.Sn., M.Pd launching aplikasi LANTINGKUU BATOLA (Lanjutkan Atasi Stunting Kearah Maju Untuk Barito Kuala) di aula mufakat pada, Kamis (2/11). Dihadiri oleh Forkopimda Barito Kuala, Sekretaris Daerah Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc. , Staf Ahli, kepala SKPD Barito Kuala, Camat, Kepala Puskesmas serta Kader Posyandu.

Launching aplikasi LANTINGKUU BATOLA yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika itu diapresiasi Mujiyat langsung dan sampaikan pula ucapan terima kasih kepada Diskominfo dan SKPD serta organisasi Setda Kab. Barito Kuala.

Kalimantan Post

Dengan adanya aplikasi LANTINGKUU diharapkan Mujiyat bisa mendukung percepatan penurunan stunting yang ada di Batola melalui ketepatan data penderita stunting dan penanganannya. “Sebagaimana diketahui bersama bahwa angka stunting Kabupaten Barito Kuala tertinggi dari kabupaten kota di Kalimantan Selatan, dalam peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 mengenai percepatan penurunan stunting telah ditindaklanjuti dengan rembuk stunting bersama TPPS kabupaten dan kecamatan serta desa lokus stunting,“ pungkas Mujiyat.

Mujiyat sampaikan pula usaha Pemkab Batola yang telah bersama-sama merangkul seluruh SKPD untuk lakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif guna turunkan angka stunting di Kabupaten Barito Kuala.

Mujiyat ungkapkan kerjasama seluruh pihak pada 30 desa lokus yang harus dilakukan percepatan penurunan stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa masing-masing. “Kerjasama semua pihak sangat diperlukan menjadi satu kesatuan yang terintegritasi mulai dari SKPD, Camat, Kepala Desa, para pelaku usaha dan juga elemen masyarakat karena status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia dengan demikian hal itu diperlukan dalam rangka menyiapkan generasi produktif yang berkompeten untuk menyambut bonus demografi 2030 nanti,“ tegas Pj. Bupati Batola.

Baca Juga :  Didampingi Bupati Batola, Gubernur Kalsel Resmikan Kawasan Wisata Bawah Jembatan Barito

Akhir sambutan Mujiyat meminta kepada SKPD pengampu stunting agar memanfaatkan aplikasi Lantingkuu dengan sebaik-baiknya, juga melakukan update data penanganan stunting secara cepat dan tepat agar permasalahan penanganan stunting diketahui secara dini dan dapat diselesaikan dengan segera. Mujiyat mengajak untuk saling berkolaborasi dan bersinergi dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten Barito Kuala, sehingga menjadi kabupaten yang bebas stunting. (ang/K-6)

Iklan
Iklan