Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Guru SLB dan Inklusi Banjarmasin Dibekali Metode Baru Pelatihan Al-Quran Isyarat

×

Guru SLB dan Inklusi Banjarmasin Dibekali Metode Baru Pelatihan Al-Quran Isyarat

Sebarkan artikel ini
IMG 20251119 WA0056 e1763551828335

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Guru-guru SLB dan sekolah inklusi dari berbagai kecamatan di Banjarmasin mengikuti Program Pengimbasan Training of Trainer Pengajar Al-Quran Isyarat di Gedung Batas Kota, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan yang digelar Baznas RI dan Yayasan Barakat Tartily Banjary ini jadi langkah awal memperkuat literasi keagamaan bagi siswa tunarungu dan peserta didik berkebutuhan khusus di Banjarmasin.

Kalimantan Post

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana, Hanaa Muthmainna, Lc menekankan Kalimantan Selatan baru pertama kali menjadi tuan rumah, meski tim pelaksana sebelumnya sudah mencicipi pelatihan serupa di tingkat provinsi.

Menurutnya, momentum ini penting, karena minimnya guru agama yang mampu mengajar dengan pendekatan bahasa isyarat.

“Kami melihat langsung bagaimana teman-teman tuli sangat kekurangan akses ke pendidikan agama yang sesuai. Dari situ kami sadar, tanggung jawab menyebarkan cahaya Al-Quran harus menjangkau mereka juga,” ujar Hanaa.

Pelatihan dua hari ini menyasar guru-guru SLB dan sekolah inklusi dari berbagai kecamatan di Banjarmasin. Mereka akan dibekali pemahaman metode Tartily Banjary hingga teknik dasar mengajarkan Al-Quran menggunakan isyarat tangan, yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas sensorik.

Perwakilan Pemerintah Kota Banjarmasin hadir melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, H Ibnul Qayyim Islamy, ST menegaskan, pendidikan agama bagi siswa inklusif tidak boleh dianggap pelengkap.

“Di Banjarmasin ada ratusan sekolah dengan siswa inklusif. Mereka perlu metode yang tepat, bukan sekadar disamakan dengan siswa reguler. Pelatihan ini membantu guru memberi pengajaran yang bisa benar-benar dipahami,” kata Ibnul Qayyim.

Ia juga menyebutkan Dinas Pendidikan telah lebih dulu menerapkan metode Al-Banjar melalui Al-Quran terjemahan bahasa Banjar, yang terbukti memudahkan pemahaman. Karena itu, program TOT isyarat ini dinilai melengkapi upaya yang sudah berjalan.

Baca Juga :  Waspada Virus Nipah, Dinkes Kalsel Imbau Masyarakat Perketat Pola Hidup Bersih

Sesi berikutnya diisi Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Selatan, Drs H Irhamsyah Safari mengingkapkan literasi agama adalah hak setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

“Penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk belajar agama, pelatihan ini memastikan mereka bisa mempelajari Al-Qur’an dengan metode dan mushaf yang sesuai kebutuhan,” ucap Irhamsyah.

Ia menambahkan program ini bukan sekadar transfer ilmu teknis, tapi juga bagian dari perluasan syiar agar Al-Qur’an dapat dipelajari dan diamalkan siapa pun tanpa hambatan.

Pelatihan ini akan berlangsung hingga Kamis (20/11), dengan harapan para peserta menjadi penggerak awal pembelajaran Al-Qur’an isyarat di sekolah-sekolah inklusi. Penyelenggara optimistis Banjarmasin bisa menjadi daerah contoh bagi 12 kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Selatan. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan