Pelaihari, KP – Sektor pariwisata Kabupaten Tanah Laut menunjukkan resiliensi yang luar biasa di tengah berbagai tantangan eksternal.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Zulpuaddin, S.Sos., Dispar berhasil mempertahankan performa gemilang dengan melampaui target capaian tahunan secara konsisten selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dipaparkan pada Senin (26/01), meski dinamika cuaca dan agenda regional memberikan pengaruh signifikan, efektivitas pengelolaan objek wisata di Bumi Tuntung Pandang tetap berada pada tren positif.
Zulpuaddin mengungkapkan secara transparan fluktuasi angka kunjungan wisatawan. Tercatat pada tahun 2024, kunjungan mencapai 2.008.379 orang, sementara pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.913.250 orang.
Penurunan tipis ini disebabkan oleh beberapa faktor situasional yang tidak terelakkan.
“Terdapat sedikit pengurangan kunjungan di tahun 2025. Hal ini dipengaruhi oleh agenda religi besar seperti Haul Abah Guru Sekumpul, faktor bencana banjir di kawasan pesisir, hingga adanya agenda perayaan di kabupaten tetangga,” jelas Zulpuaddin.
Namun, penurunan kuantitas pengunjung tersebut tidak menggerus produktivitas sektor pariwisata. Sebaliknya, Dispar berhasil membuktikan manajemen yang efisien dengan tetap melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun indikator kinerja utama lainnya.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 kita kembali mencapai target hingga 100 persen lebih, konsisten dengan pencapaian di tahun 2024 yang juga melampaui target,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Dispar Tanah Laut langsung melakukan akselerasi pembangunan fasilitas di empat destinasi unggulan: Air Terjun Bajuin, Taman Minatirta, Pantai Takisung, dan Pantai Batakan Baru.
Khusus di Pantai Batakan Baru yang menjadi primadona kunjungan, pembenahan difokuskan pada penyelesaian keluhan klasik wisatawan mengenai genangan air dan fasilitas penunjang.
“Tahun ini akan ada pembangunan panggung permanen, mushola baru, serta pembenahan sistem drainase di Pantai Batakan untuk mengatasi masalah genangan air, khususnya di area parkir,” tambah Zulpuaddin.
Guna membangkitkan animo wisatawan, Dispar juga telah menyiapkan rangkaian agenda budaya berskala besar. Salah satu yang paling dinanti adalah Festival Layang-layang di Pantai Batakan Baru yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
Festival ini akan melombakan tiga kelas utama, termasuk kelas Layang-layang Dandang (umum dan lokal) serta Layang-layang Suntik.
Transformasi infrastruktur dan penguatan agenda budaya ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Tanah Laut sekaligus memperkokoh posisi daerah sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Selatan. (rzk/K-6)















