BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menggelar Festival Pasar Wadai Ramadan. Rencana tersebut dibahas dalam rapat gabungan yang berlangsung di Gedung Banjarmasin Culture Hub, Siring Menara Pandang, Rabu (28/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, dan dihadiri jajaran lintas instansi, mulai dari Asisten II Setdako Banjarmasin Taufik Rivani, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Ibnu Sabil, Kepala Dispar Provinsi Kalsel Iwan Fitriadi, Ketua DWP Provinsi Kalsel Masrupah Syarifuddin, unsur Forkopimda, hingga SKPD terkait.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, Hj Ananda menyampaikan apresiasi atas sinergi yang kembali terjalin antara pemerintah kota dan provinsi.
Ia berharap Festival Pasar Wadai Ramadan dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Ananda, Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung penuh penyelenggaraan Pasar Ramadan yang menjadi agenda rutin dan selalu dinantikan warga setiap tahunnya.
Selain sebagai wadah pelestarian kuliner tradisional, kegiatan ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat selama Ramadan.
“Pemko akan mendukung penuh kolaborasi Pasar Ramadan ini bersama Pemprov, harapannya pasar semakin ramai pengunjung dan benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Ibnu Sabil menjelaskan, tahun ini akan disiapkan sebanyak 100 stand gratis yang bersumber dari APBD Kota Banjarmasin.
Selain itu, juga akan ada tambahan stand dari pihak event organizer yang bekerja sama dengan sponsor.
Lokasi pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan kembali direncanakan terpusat di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Lokasi tersebut dinilai strategis dan telah terbukti mampu menarik antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Ibnu Sabil menegaskan, seluruh stand milik Pemerintah Kota akan diberikan secara gratis tanpa pungutan apa pun. Pengawasan juga akan diperketat untuk memastikan stand digunakan oleh pemilik aslinya dan tidak disalahgunakan.
“Seratus stand dari Pemkot dipastikan gratis, kami juga menyiapkan tim pengecekan agar tidak ada praktik jual beli tempat seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Ia pun berharap koordinasi antara Pemkot Banjarmasin dan Pemprov Kalsel dapat terus terjaga hingga pelaksanaan festival nanti. Dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Festival Pasar Wadai Ramadan tahun ini diharapkan bisa berjalan lebih tertib, ramai, dan meriah. (nug/KPO-4)















