Barito Kuala, kalimantanpost.com — Suasana kebersamaan terasa kental di Desa Tamban Bangun, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari. Mengusung tema “Pemberdayaan Sumber Daya Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa yang Mandiri”, mahasiswa KKN hadir tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun desa secara berkelanjutan.
Kegiatan KKN ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Devia Hetty Hernany, S.Sos., M.A, dengan Yannuar Alrisyadi sebagai Koordinator Kelompok. Sejak awal kedatangan, mahasiswa KKN melakukan observasi dan berinteraksi langsung dengan perangkat desa serta warga untuk menggali potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Desa Tamban Bangun dikenal memiliki potensi lokal yang cukup beragam, mulai dari sektor pertanian, usaha kecil masyarakat, hingga kehidupan sosial dan keagamaan yang masih sangat aktif. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar perencanaan berbagai program kerja KKN agar kegiatan yang dilaksanakan tidak bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, mahasiswa KKN melaksanakan pembuatan spray anti nyamuk dari bahan kulit jeruk dan sereh sebagai proker utama, dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Program ini mendapat sambutan positif karena selain membantu pencegahan penyakit akibat nyamuk, masyarakat juga dibekali pengetahuan agar mampu membuatnya secara mandiri. Upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga dilakukan melalui sosialisasi stunting, pembagian susu, serta senam warga dan senam SD yang melibatkan anak-anak dan masyarakat umum.
Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, mahasiswa KKN UNISKA juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter dan pendidikan generasi muda. Melalui sosialisasi bullying, mahasiswa berupaya menanamkan nilai saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Kegiatan pengajaran TPA, pengajian, dan Jumat Taqwa rutin dilaksanakan sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan serta membentuk karakter anak sejak usia dini.
Dukungan terhadap dunia pendidikan turut diwujudkan dengan pemberian mading, reklame SD, serta fasilitas PAUD. Sarana tersebut diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar sekaligus menjadi media informasi dan kreativitas bagi siswa.
Pada sektor ekonomi, mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi UMKM yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan usaha kecil, mulai dari manajemen sederhana hingga pentingnya inovasi dan keberlanjutan usaha. Selain itu, mahasiswa juga menyerahkan alat tani sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian warga Desa Tamban Bangun.
Kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian KKN. Mahasiswa bersama warga melaksanakan gotong royong, membersihkan musholla, serta menyerahkan denah dan profil desa sebagai sarana informasi dan identitas wilayah. Kebersamaan mahasiswa dan masyarakat semakin terasa dalam kegiatan festival anak, yang menjadi wadah kreativitas, hiburan, dan kebahagiaan bagi anak-anak desa.

Dosen Pembimbing Lapangan, Devia Hetty Hernany, S.Sos., M.A, menegaskan bahwa KKN merupakan proses pembelajaran sosial yang penting bagi mahasiswa sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya melaksanakan program, tetapi mampu membangun kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang mereka miliki. Kemandirian dan keberlanjutan menjadi tujuan utama dari kegiatan ini,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kelompok KKN, Yannuar Alrisyadi, menjelaskan bahwa seluruh program kerja dirancang berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat.
“Kami berusaha menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga Desa Tamban Bangun. Harapannya, apa yang sudah kami lakukan bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN UNISKA menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak desa dan sekolah dasar sebagai simbol terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama pelaksanaan KKN.

Melalui berbagai program yang dilaksanakan secara kolaboratif, KKN UNISKA di Desa Tamban Bangun menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan sumber daya lokal dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.















