BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Suatu kebanggaan bagi Urang Kalimantan Selatan, Komunitas Senam Bergerak Banua (KSBB) asal Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berkembang diberbagai daerah di Indonesia.
Bahkan KSBB akan menjadi salah satu peserta Inorga akan yang dipertandingkan di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Senam KSBB sendiri diciptakan koreografinya oleh Urang Banjar, Hj Sulastri dan musik serta lagu juga karya Hj Siti Nursiah telah merambah hingga ke Sulawesi.
Hadir juga Sekretaris Umum PP KSBB Kani Junaedi dan beberapa pengurus lainnya.
“Baru-baru ini sudah ada tambahan tiga provinsi menjadi anggota Inorga KSBB yakni Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat KSBB Hj Nursiah, Jumat (13/2/2026) malam.
Dijelaskan pensiunan Humas PDAM Bandarmasih Banjarmasin ini, hingga saat ini sudah 15 pengurus provinsi Inorga KSBB diberbagai daerah di Indonesia. Terakhir yang baru dilantik Inorga Pengurus KSBB Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu (11/2) lalu.
Acara pelantikan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Kadispora), Dinas Pendidikan, Ketua tim Penggerak PKK, Ketua KORMI Sulawesi Tengah serta para Ketua Inorga pengurus Provinsi Sulawesi Tengah.
Nursiah di acara pelantikan Pengurus KSBB Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan KSBB merupakan jantung budaya Indonesia yang berdenyut dalam gerak.
“KSBB merupakan induk organisasi olahraga yang berdedikasi melestarikan dsn memperkenalkan kekayaan budaya nusantara melalui gerak dengan menggali ritual dan gerakan tradisional suku-suku bangsa di Indonesia,” paparnya.
Ditambahkan perempuan asli Banua ini, pihaknya juga merangkainya menjadi koreografi gerak yang dinamis dan diiringi musik etnik. Diiringi musik etnik.
“Gerakan senam kita bukanlah sekadar olah fisik, melainkan sebuah ritme kehidupan yang memetik saripati ritual-ritual luhur berbagai suku di Indonesia. Dari gerakan doa, syukur, hingga kebersamaan masyarakat adat, kita transformasikan menjadi harmoni gerak yang menyehatkan raga dan memuliakan jiwa,” ucap pecipta lirik dan membawakan lagu senam KSBB ini.
Ditambahkan Nursiah,
Provinsi Sulawesi Tengah adalah wilayah yang kaya akan khazanah budaya. “Saya berharap, di bawah kepengurusan yang baru, Inorga KSBB Sulawesi Tengah mampu menjadi wadah Inklusif, merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk hidup sehat tanpa meninggalkan jati diri daerah
“Menggali potensi lokal ritual suku-suku di Sulteng seperti Kaili, Kulawi, Mori dan lain-lain untuk memperkaya khazanah senam kreasi kita. Sinergi: Menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan komunitas olahraga lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Umum Komunitas Senam Bergerak Banua (KSBB) Sulawesi Tengah periode 2026 – 2030
Dr Hj Naima Akase,SH, MH usai dilantik mengatakan sebagai langkah awal, akan dibuat suatu aransmen musik yang bertemakan semangat perjuangan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Susunan kepengurusan KSBB Sulteng telah mengikutsertakan para dewan pakar yang akan bekerjasama dengan tokoh adat dan budaya Sulawesi Tengah dalam menyusun dalam menyusun dan membuat etnik yang akan menjadi musik pengiring senam KSBB akan menjadi ciri tersendiri,” ujarnya.
“Kami juga akan mensosialisasikan sampai ke pelosok Sulawesi Tengah, termasuk para pelajar,” janjinya.
Naima menambahkan, ini sebagai komitmen dalam menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakat sehingga menjadi pondasi pembangunan masyarakat yang maju dan kuat serta berbudaya.
Menurutnya, sebagaimana bayi yang baru lahir, KSBB Sulteng tentunya masih kecil, merangkak dan sangat memerlukan dukungan serta dorongan dari Pemprov maupun masyarakat agar komunitas senam ini bisa tumbuh dan menjadi besar serta berprestasi.
“Kami juga siap menyambut FORNAS 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Naima. (ful/KPO-3)















