Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sekdako Banjarmasin Tekankan Penanganan Stunting Harus Satu Komando

×

Sekdako Banjarmasin Tekankan Penanganan Stunting Harus Satu Komando

Sebarkan artikel ini
IMG 20260312 WA0056 scaled
Bappeda Litbang Menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Hotel Harper Banjarmasin, Kamis (12/3/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 dengan tema “Penguatan Konvergensi dan Implementasi Percepatan Penurunan Stunting Kota Banjarmasin”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Harper Banjarmasin, Kamis (12/3/2026).

Forum ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah kota dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka stunting di Kota Banjarmasin. Berbagai program dan strategi dibahas agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kalimantan Post

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman menyampaikan Pra Musrenbang Tematik Stunting merupakan forum penting untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah perbaikan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Kota Banjarmasin Tahun 2026, kegiatan ini merupakan forum penting bagi kita semua untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus menyusun langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Banjarmasin,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Penandatanganan komitmen ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah sehingga berbagai program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting tahun 2025, sejumlah kegiatan pada dasarnya telah berjalan dengan baik.

Beberapa di antaranya meliputi penyerapan anggaran, pelaksanaan rapat koordinasi, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia operator, hingga pelaporan melalui web konvergensi yang telah dilakukan secara rutin oleh perangkat daerah di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Sentuhan Ramadan, Polsek Banjarmasin Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait kualitas pelaporan dan koordinasi lintas sektor yang belum berjalan secara optimal.

“Pelaporan masih sering dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, bukan sebagai alat untuk mengukur capaian kinerja, hal ini terlihat dari masih adanya keterlambatan input data, ketidaksesuaian indikator, serta data yang belum sepenuhnya lengkap dan berbasis pada capaian outcome,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya perangkat daerah yang bekerja secara sektoral, sehingga konvergensi program yang menjadi kunci percepatan penurunan stunting belum sepenuhnya tercermin dalam proses perencanaan maupun pelaporan.

Menurut Ikhsan, penguatan peran pimpinan di setiap tingkatan sangat diperlukan, termasuk dalam proses verifikasi dan validasi data yang harus dilakukan secara lebih optimal.

Sekretaris Camat di masing-masing kecamatan diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai verifikator dengan baik, sementara Camat diminta lebih aktif dalam melakukan pengawasan serta persetujuan terhadap data yang diinput dalam sistem.

Melalui forum Pra Musrenbang ini, ia berharap kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu menghasilkan langkah perbaikan yang konkret dan terukur dalam penanganan stunting.

“Usulan yang disampaikan harus lebih jelas, terukur, dan berbasis data by name by address, sehingga intervensi yang direncanakan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masih terdapat kecamatan maupun kelurahan di Kota Banjarmasin yang belum menganggarkan program yang secara langsung mengintervensi penanganan stunting, sehingga kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

Dengan penguatan koordinasi, perbaikan kualitas data, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Banjarmasin optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi mendatang.

Baca Juga :  1.600 Pasukan Kuning Belum Terima THR, Wali Kota Yamin Perintahkan Hitung Ulang Anggaran

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Litbang Kota Banjarmasin Ahmad Syauqi, para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, narasumber, serta jajaran terkait lainnya. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan