Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

LULUS UJIAN RAMADAN

×

LULUS UJIAN RAMADAN

Sebarkan artikel ini

Oleh : AHMAD BARJIE B

Bulan puasa Ramadhan 1447 H telah berakhir. Bila diibaratkan dengan pendidikan, pelatihan atau penataran, kita tentu sudah akan memiliki ijazah atau sertifikat tanda kelulusan. Sehabis Ramadan, tanda kelulusan bukanlah sebuah kertas atau plakat bertuliskan indah, tetapi berupa peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa inilah “ijazah” resminya, yang tidak bisa ditiru dan dipalsukan. Tidak bisa dibayar berapa pun untuk mendapatkannya.

Kalimantan Post

Istilah takwa sudah sering dibicarakan, tetapi sifatnya sangat abstrak. Hanya Allah SWT dan diri sendiri yang mengetahui, apakah ketakwaan meningkat sesudah Ramadan atau tidak. Didalam Al Quran banyak sekali disebutkan tentang ciri-ciri orang yang bertakwa. Diantaranya dalam QS al-Baqarah ayat 1-4 diterangkan: (Alif laam miim. Kita Alquran ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada kitab Alquran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan kehidupan akhirat).

Selanjutnya dalam surah Ali Imran ayat 133-4 diterangkan: (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan).

Dari ayat-ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri orang bertaqwa menurut Al Quran meliputi: Pertama, beriman kepada yang ghaib dan hari akhirat. Alam ghaib itu banyak sekali, diantaranya adalah keberadaan Allah swt, malaikat, alam kubur, hari akhirat, surga dan neraka. Kita harus yakin akan semua itu. Karena itu sesudah Ramadhan, keimanan kita hendaknya lebih meningkat. Kita harus merasa dekat kepada Allah dengan rajin beribadah dan beramal saleh. Kita harus lebih hati-hati dalam bersikap, berbuat dan berkata-kata, karena ada Allah dan malaikatnya yang senantiasa mengawasi dan mencatat segala tingkah laku kita. Semuanya akan dipertanggungjawabkan di negeri akhirat kelak.

Baca Juga :  Panic Buying BBM Dan Urgensi Kedaulatan Energi

Kedua, mendirikan shalat, orang yang bertakwa shalatnya lebih rajin, baik shalat fardlu maupun shalat sunat, baik selama Ramadhan maupun sesudahnya. Ia usahakan agar shalatnya selalu tepat waktu, dikerjakan di masjid dan mushalla dan dilaksanakan secara berjamaah.

Ketiga, menafkahkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah. Orang yang bertakwa rajin menolong agama Allah dan sesama manusia dengan memberikan hartanya di jalan Allah, baik berupa zakat, infaq, sedekah dan sumbangan lainnya. Semua itu dilakukan secara rutin, baik di kala lapang atau sempit, banyak atau sedikit, terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Orang bertaqwa tidak mau menumpuk dan menikmati harta hanya untuk pribadi dan kenikmatan dunia, sebab dunia ini hanya sementara. Dunia sebenarnya adalah kebun akhirat.

Keempat, beriman kepada Alquran dan kitab-kitab sebelunya. Orang yang bertakwa rajn membaca, menghayati dan mengamalkan isi Al Quran. Rajin menuntut ilmu agama dan tidak pernah bosan mendengarkan khutbah ceramah dan pengajian. Apa saja yang berasal dari Alquran, dan hadits-hadist Nabi yang hakikatnya juga wahyu Allah, ia tidak pernah ragu untuk percaya dan mengamalkannya. Orang-orang yang bertaqwa juga toleran dan menghormati pemeluk agama lain yang juga memiliki ajaran kebajikan dalam kitab sucinya.

Kelima, mampu menahan amarah. Orang-orang yang bertaqwa emosinya stabil, hatinya bersih, jiwanya tenang dan istiqamah, baik kondisi hidupnya senang atau susah. Kalau ada orang bersalah padanya ia mampu memaafkan, tanpa ada perasaan dendam, sebaliknya kalau ia yang salah segera minta maaf, minta halal minta ridha. Orang bertaqwa memiliki akhlak mulia, jujur, amanah, ikhlas,sabar dan syukur. Tidak ada sifat tamak, iri dengki dan sombong. Orang yang bertaqwa tidak mau diperbudak hawa nafsu.

Baca Juga :  Post-Lebaran Blues: Pergeseran Makna Lebaran antara Kearifan Lokal dan Tekanan Sosial Modern

Keenam, orang bertakwa selalu berbuat baik. Kebaikan itu sangat luas dan banyak jenisnya. Sebuah hadits mengatakan, (setiap kebaikan adalah sedekah). Karena itu apa pun perbuatan baik hendaknya kita lakukan, dan perbuatan jelek dihindarkan, karena semua itu ada nilainya dalam pandangan Allah SWT.

Masih banyak lagi kriteria orang-orang bertakwa yang digariskan oleh Al Quran. Karena itu sesudah Ramadhan mari kita hitung dan introspeksi diri kita masing-masing. Apakah ciri-ciri taqwa itu sudah ada dalam diri kita. Kalau belum ada mari kita tanamkan, kalau sudah ada mari kita tingkatkan agar lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Akhirnya semoga ibadah puasa Ramadhan benar-benar mampu meningkatkan kualitas ketaqwaan kita. Semoga Allah SWT masih memanjangkan umur dan memberikan kesehatan kepada kita, sehingga dapat bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Semoga hidayah dan taufiq Allah selalu menyertai hidup kita, keluarga dan masyarakat kita semua, amin-amin ya mujibas sailin.

Iklan
Iklan