Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Penantian Puluhan Tahun Terbayar, Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga Perbatasan

×

Penantian Puluhan Tahun Terbayar, Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Hal 5 4 KLm KOntrak 1
GROUND BREAKING- inilah Ground Breaking Jembatan Garuda Handil Bujur, Senin (6/04/2026). (KP/Nugi)

Banjarmasin, KP – Penantian panjang warga akhirnya mulai terjawab. Jembatan Garuda yang menjadi akses vital penghubung kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan dengan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, kini resmi memasuki tahap pembangunan.

Selama puluhan tahun, jembatan tersebut menjadi satu-satunya penghubung warga. Namun kondisinya yang rapuh dan membahayakan membuat aktivitas masyarakat kerap terganggu, bahkan menimbulkan rasa was-was setiap kali melintas.

Kalimantan Post

Titik terang itu hadir pada Senin (6/4/2026), saat dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Basirih. Momentum ini menjadi simbol dimulainya perubahan bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Danrem 101/Antasari Ilham Yunus, Dandim 1007/Banjarmasin Slamet Riyadi, serta Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR bersama jajaran TNI dan tokoh masyarakat.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program terpadu di wilayah Kodam yang menyasar daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Fokusnya jelas, membuka akses bagi wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Danrem 101/Antasari, Ilham Yunus, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami ingin memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan serupa tidak hanya dilakukan di satu titik. Secara keseluruhan, ada 16 lokasi yang menjadi sasaran, terdiri dari delapan jembatan gantung dan delapan jembatan beton di wilayah sulit dijangkau.

Dari sisi teknis, Dandim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, mengakui bahwa pembangunan ini memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi tanah rawa yang cukup ekstrem.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, kami targetkan selesai dalam tiga bulan, bahkan diupayakan lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri Langsung Reses dan Resap Keluhan Warga

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menilai pembangunan jembatan sepanjang 74 meter dengan lebar 2 meter ini tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat.

“Ini menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Aluh-Aluh, kita berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan serupa,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat, termasuk Prabowo Subianto, yang dinilai telah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

Di balik pembangunan ini, tersimpan cerita panjang warga yang selama ini harus bertaruh dengan kondisi jembatan yang tidak layak. Akses yang terbatas menjadi hambatan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekonomi.

Kini, dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, harapan baru mulai tumbuh. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat diyakini menjadi kunci percepatan pembangunan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga.

Salah satu warga Basirih, Hamdani, mengaku bersyukur atas dimulainya proyek tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat senang, jembatan ini sudah lama dinanti, dulu kondisinya goyang, bahkan sempat roboh, sangat berbahaya, apalagi malam hari,” ungkapnya.(nug/K-5)

Iklan
Iklan