Banjarbaru, KP – Jelang hari besar keagamaan salah satunya Hari Raya Iduladha biasanya menyebabkan inflasi.
Karena itu, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dilaksanakan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan, bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah, menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Program dilaksanakan selama satu bulan penuh, dimulai pada 21 April 2026 di Kota Banjarmasin, dan dijadwalkan berakhir pada 25 Mei 2026.
“Pasar murah ini kami laksanakan di 13 kabupaten/kota se-Kalsel, sebagai upaya untuk menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Pria yang akrab disapa Haji Gia, ini berharap pasar murah ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan harga bahan pokok di lapangan.
Apabila terjadi gejolak harga, langkah-langkah strategis akan segera diambil, termasuk penambahan intensitas pasar murah maupun operasi pasar.
“Inflasi dapat terkendali, masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih mudah serta menyambut Hari Raya Idul Adha dengan aman, dan nyaman,” kata H Gia.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi dengan berbagai instansi terkait.
Antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah stakeholder lainnya, untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok tetap aman dan distribusi berjalan lancar.
“Melalui kegiatan, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, dan tepung dengan harga distributor atau di bawah harga pasar,” jelasnya.(mns/K-2)















