Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Eliminasi Malaria, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

×

Eliminasi Malaria, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
1 3 klm 5 cm Kontrak Martapura 27 Hari Malaria
HARI MALARIA - Pemkab Banjar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Hari Malaria se-Dunia, Senin (27/4). (ADV/BANJAR)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Hari Malaria Sedunia, di Hotel Roditha, Senin (27/4).

Dibuka Bupati diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Marliana.

Kalimantan Post

Hadir Plt Kadis Kesehatan M Nor Ifansyah, Kabag Ops Polres Banjar, unsur instansi vertikal, tenaga kesehatan serta perwakilan lintas sektor.

Dian Marliana menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya eliminasi malaria di tingkat global, regional maupun nasional, mengingat penularannya tidak mengenal batas wilayah.

“Hari Malaria Sedunia diperingati untuk mengedukasi masyarakat mengenai gejala, pencegahan serta pentingnya akses terhadap diagnosis dan pengobatan yang efektif,” ujarnya.

Ia menyebut, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, Kabupaten Banjar telah meraih Sertifikat Eliminasi Malaria 2022.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan guna mencegah penularan kembali dan mempertahankan status nol kasus lokal.

“Wilayah yang sudah bebas malaria tetap berisiko terjadi penularan kembali, karena keberadaan vektor dan mobilitas penduduk,” tambahnya.

Melalui pertemuan, pemerintah daerah mendorong penguatan komitmen, kolaborasi dan kepemimpinan lintas sektor guna mendukung target Indonesia bebas malaria pada 2030.

Plt Kadinkes Nor Ifansyah menambahkan, meskipun telah meraih eliminasi malaria, dalam tiga tahun terakhir masih ditemukan kasus impor.

Pada 2025 tercatat 30 kasus, seluruhnya berasal dari luar daerah.

“Sebagian besar penderita tertular saat bekerja di daerah endemis, kemudian terdeteksi saat kembali ke Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Pada Triwulan I 2026, tercatat 24 kasus impor, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kasus tersebut ditemukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Pengaron, Puskesmas Sungai Pinang, Puskesmas Martapura 1, RSUD Ratu Zalecha dan Rumah Sakit Pelita Insani.

“Dari jumlah tersebut, 22 pasien merupakan warga Kabupaten Banjar, sedang masing-masing satu pasien berasal dari Kabupaten Tapin dan Barito Kuala,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tanam Ulin di Arboretum Ayu Tirta, Wagub Kalsel Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

Ifansyah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria dengan menerapkan langkah pencegahan, seperti menghindari aktivitas malam tanpa perlindungan serta menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air.

“Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala, seperti demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala dan lemas,” pungkasnya. (adv/K-2)

Iklan
Iklan