Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Tengah

Bupati HST Panen Raya, Jadi Sinyal Serius Dorong Swasembada Pangan

×

Bupati HST Panen Raya, Jadi Sinyal Serius Dorong Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260501 WA0013 e1777613396274
PANEN PERDANA - Bupati HST Samsul Rizal saat panen padi perdana di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan. (Kalimantanpost.com/repro humas HST).

BARABAI, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai menegaskan arah kebijakan di sektor pertanian melalui kegiatan panen padi perdana di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni panen, tetapi menjadi penanda dorongan pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga penurunan kualitas lahan.

Kalimantan Post

Bupati HST Samsul Rizal menyebut, sektor pertanian, khususnya padi, masih menjadi tulang punggung daerah. Dengan luas baku sawah mencapai sekitar 25 ribu hektare, HST dinilai punya posisi strategis sebagai penopang ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Potensi ini harus dijaga dan ditingkatkan, bukan hanya untuk daerah, tapi juga mendukung kebutuhan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan upaya daerah dengan program nasional swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah pusat. Namun, menurutnya, target tersebut tidak akan tercapai tanpa kerja nyata di lapangan, terutama dari petani.

Di sisi lain, pemerintah mengakui sejumlah tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini. Mulai dari ketergantungan pada pupuk kimia yang berdampak pada kualitas tanah, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan disebut bisa berdampak langsung pada produktivitas pertanian, terutama pada ketersediaan air irigasi.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mendorong optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif, hingga penyesuaian pola tanam. Penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering juga mulai didorong.

“Adaptasi itu penting. Petani tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama,” kata Samsul Rizal.

Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai perlu diperkuat agar penanganan masalah pertanian bisa dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.

Baca Juga :  RSUD H Damanhuri Barabai Selenggarakan Pelatihan Penggunaan Alat Cathlab

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah tetap berharap momentum panen ini bisa menjadi penyemangat bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

Panen perdana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga konsistensi kerja di lapangan antara pemerintah, penyuluh, dan petani.(adv/ary/KPO-4)

Iklan
Iklan