Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Balangan

Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Ditetapkan Hingga Oktober 2026

×

Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Ditetapkan Hingga Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Bal 3 klm 6
KEGIATAN - Rapat koordinasi lintas sektor siaga bencana karhutla dan kekeringan yang digelar BPBD setempat. (KP/Ist)

Balangan, KP – Dalam rapat koordinasi lintas sektor siaga bencana karhutla dan kekeringan yang digelar pemerintam kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Rabu kemarin, telah menetapkan status siaga darurat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan mulai 12 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

Wakil Bupati Balangan H Akhmad Fauzi yang memimpin rakor tersebut mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan aktif dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk pencegahan dan mitigasi.

Kalimantan Post

“Optimalkan mitigasi bencana. Mitigasi perlu langkah konkret dan koordinasi yang terencana, terpadu dan berkesinambungan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyampaikan potensi kebakaran lahan di Balangan cukup meningkat. Dari seluruh kejadian yang tercatat, terdapat 17 kejadian dengan luas wilayah terbakar mencapai 29,5 hektare dan tersebar di seluruh kecamatan.

“Dengan kita sudah menetapkan status siaga karhutla ini, upaya-upaya dan langkah-langkah penanganan serta pengendalian terhadap karhutla bisa kita tingkatkan lebih intensif lagi,” katanya.

Sedangkan, Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengatakan, seluruh wilayah Balangan secara umum sudah memasuki periode musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September dengan durasi sekitar 16 hingga 18 dasarian.

“Jadi dasar itu semoga bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Balangan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi penanganan kebakaran hutan itu sendiri,” imbuhnya.

Adapun, kondisi kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober. Pengaruh El Nino bahkan diperkirakan berlanjut hingga awal 2027, sehingga curah hujan pada masa awal musim hujan diprediksi masih sedikit. (jnd/K-6)

Baca Juga :  Upacara HUT RI, Hj Nur Fariani Bacakan Teks Proklamasi di Batumandi
Iklan
Iklan