Banjarbaru, KP– Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dekranasda Kota Banjarbaru, SBK Sasirangan, sukses mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang Women Ecopreneurs Market Day yang digelar di Sudamala Resort, Sanur, Bali, pada 9 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) tersebut merupakan puncak program pendampingan bisnis Women Ecopreneurs Lab yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, SBK Sasirangan membawa produk kain sasirangan berbahan pewarna alami yang mengangkat warisan budaya khas Kalimantan Selatan sekaligus mengedepankan konsep keberlanjutan lingkungan.
Pemilik SBK Sasirangan, Reni Andrina Rahmawati, mengatakan partisipasi dalam kegiatan ini menjadi peluang penting untuk memperkenalkan produk lokal Banjarbaru ke pasar yang lebih luas, termasuk internasional.
“Melalui event ini, selain melakukan lokakarya dan penjualan produk sasirangan pewarna alam, kami juga melakukan riset pasar untuk meraih pasar global melalui toolkit yang dirancang oleh Women’s Earth Alliance Indonesia,” ujarnya, Kamis (14/5).
SBK Sasirangan dikenal konsisten menggunakan pewarna alami sebagai pengganti bahan kimia sintetis dalam proses produksi kain sasirangan. Tidak hanya itu, pelaku usaha ini juga aktif melakukan penanaman kembali tanaman bakau dan indigofera guna menjaga keberlanjutan bahan baku.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, usaha tersebut juga memberdayakan perempuan lokal di Banjarbaru melalui pelatihan keterampilan produksi sasirangan ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Partisipasi SBK Sasirangan dinilai sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.
Perwakilan Women’s Earth Alliance Indonesia, Melisa, menyebut Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang penting bagi pelaku usaha perempuan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring pasar.
“Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan dari pembeli, sekaligus membuka akses jejaring dan peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau perempuan akar rumput,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku usaha perempuan dari berbagai daerah di Indonesia dengan menghadirkan 20 stan eco-market, presentasi bisnis, lokakarya kerajinan ramah lingkungan, hingga sesi jejaring usaha.
Dalam kesempatan itu, SBK Sasirangan juga menggelar lokakarya pembuatan sasirangan pewarna alam menggunakan teknik jelujur khas Kalimantan Selatan yang berkolaborasi dengan Kriya Kite dari Palembang.
Keikutsertaan SBK Sasirangan di ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal Banjarbaru memiliki kualitas dan daya saing tinggi untuk menembus pasar lebih luas tanpa meninggalkan nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan.(Dev/K-5)















