BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin menyoroti masih rendahnya penanganan sungai dan drainase di kota berjuluk “Seribu Sungai”.
Kondisi tersebut dinilai menjadi penyebab masih terjadinya genangan air di sejumlah kawasan saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama.
Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim, mengatakan persoalan genangan air masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah kota secara serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, hasil inspeksi mendadak yang dilakukan di lapangan menunjukkan sejumlah titik masih rawan tergenang usai hujan deras mengguyur Kota Banjarmasin dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebagai kota seribu sungai, seharusnya penanganan sungai dan drainase bisa berjalan lebih optimal. Faktanya, setelah hujan dengan intensitas lama, masih banyak kawasan yang tergenang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/5).
Politisi PKB Kota Banjarmasin ini menyebut beberapa titik yang masih mengalami genangan di antaranya kawasan Jalan Sultan Adam, Jalan Kayu Tangi, hingga sejumlah wilayah di Banjarmasin Timur. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Selain menyebabkan kemacetan, genangan juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan jalan serta mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama para pedagang dan pelaku usaha kecil yang berada di kawasan terdampak.
Zainal menegaskan, penanganan sungai semestinya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Selain berkaitan dengan kenyamanan warga, persoalan itu juga berdampak terhadap kesehatan lingkungan hingga kualitas infrastruktur kota.
Menurutnya, sedimentasi sungai, saluran drainase yang tersumbat, serta minimnya normalisasi menjadi faktor yang perlu segera dibenahi. Ia meminta instansi terkait meningkatkan pengawasan dan percepatan pengerjaan di lapangan agar persoalan genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kalau penanganan sungai dilakukan maksimal, dampaknya sangat besar untuk masyarakat. Bukan hanya mengurangi genangan, tapi juga menjaga kualitas lingkungan dan infrastruktur kota,” katanya.
Komisi III DPRD Banjarmasin pun mendorong pemerintah kota agar lebih fokus terhadap program normalisasi sungai dan perbaikan drainase secara menyeluruh, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air.
Selain itu, dewan juga meminta adanya koordinasi lintas instansi agar penanganan banjir dan genangan tidak berjalan parsial. Perencanaan pembangunan drainase dinilai harus disesuaikan dengan kondisi tata kota dan pertumbuhan kawasan permukiman yang terus meningkat.
DPRD berharap upaya penanganan sungai tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi program jangka panjang yang dilakukan secara konsisten sehingga citra Banjarmasin sebagai kota sungai dapat benar-benar tercermin melalui sistem drainase dan lingkungan yang tertata baik.(nau/KPO-1)















