Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

EKRAF dan Pokdarwis Siapkan Pumpung Cempaka Jadi Living Museum Pendulangan Intan

×

EKRAF dan Pokdarwis Siapkan Pumpung Cempaka Jadi Living Museum Pendulangan Intan

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 9
WISATA- Komite EKRAF Banjarbaru bersama Pokdarwis Sungai Tiung menggelar diskusi dan pemetaan potensi wisata budaya di kawasan pendulangan intan Pumpung Cempaka untuk pengembangan konsep Living Museum, Kamis (21/5/2026). (KP/Devi)

Banjarbaru, KP – Upaya melestarikan sejarah sekaligus membangkitkan potensi pariwisata daerah terus dilakukan di Kota Banjarbaru. Komite Ekonomi Kreatif (EKRAF) Kota Banjarbaru bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sungai Tiung menggelar pertemuan strategis di kawasan pendulangan intan Pumpung Cempaka, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dikemas melalui konsep berkemah santai tersebut difokuskan pada diskusi dan pemetaan potensi kawasan Pumpung untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya berbasis Living Museum.

Kalimantan Post

Program tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan bagi komunitas lokal guna memperkuat pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Sejumlah agenda utama dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemetaan potensi wisata budaya, penyusunan strategi percepatan pengembangan kawasan wisata, pelestarian sejarah pendulangan intan tradisional, hingga penguatan kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.

Konsep Living Museum dipilih karena kawasan Pumpung dinilai memiliki jejak sejarah kuat sebagai lokasi pendulangan intan tradisional dan berkaitan erat dengan sejarah penemuan Intan Trisakti pada 1965 silam.

Melalui konsep tersebut, wisatawan nantinya diharapkan dapat memperoleh pengalaman edukatif secara langsung terkait proses pendulangan intan tradisional seperti yang dilakukan masyarakat pada masa lalu.

Wakil Ketua Pokdarwis Sungai Tiung, Arkani mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Komite EKRAF Banjarbaru untuk mewujudkan kawasan wisata budaya berbasis sejarah tersebut.

“Kami ingin mengedukasi wisatawan yang datang ke Pumpung dengan menunjukkan bagaimana proses asli pendulangan intan tradisional yang sebenarnya di era tahun 1965-an, tepat pada momentum sejarah Intan Trisakti legendaris ditemukan,” ujarnya.

Meski demikian, Arkani mengungkapkan tantangan utama yang saat ini dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan infrastruktur penunjang kawasan wisata.

“Ada beberapa pihak yang sebenarnya sudah berkomitmen membantu bangunan fisik, tetapi lahannya yang tidak ada,” katanya.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Dorong CSR Perusahaan Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Komite EKRAF Banjarbaru, Narwanto menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui SKPD terkait guna mencari solusi terhadap persoalan lahan dan dukungan fasilitas awal.

“Komite EKRAF Banjarbaru akan segera berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui SKPD terkait untuk mendiskusikan solusi atas permasalahan lahan dan dukungan fasilitas di awal,” tegasnya.

Narwanto juga menilai kawasan Pumpung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas wisata alternatif, termasuk camping ground dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur III Talent, Education & Human Development ICCN, Dr. Sri Hidayah, perwakilan CAF Banjarbaru, masyarakat, dan pegiat wisata kawasan Pumpung Cempaka.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan kawasan Pumpung dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan melalui konsep Cempaka Living Museum sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi masyarakat sekitar.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan