BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Meski belum terdeteksi adanya kasus Hantavirus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin meminta masyarakat kota untuk tetap waspada penularannya.
Pasalnya, kelompok virus zoonotik yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi tersebut gejalanya hampir serupa dengan jenis penyakit virus biasa lainnya seperti demam tinggi, badan terasa sakit, lemas, batuk hingga sesak nafas.
“Jangan menunggu tiga hari, ketika sudah merasa demam langsung datangi fasilitas kesehatan terdekat agar tertangani dan tepantau,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastut, Senin (1/6/2026).
Atmi menjelaskan virus ini tidak bisa dianggap sepele,karena sangat mematikan dan umumnya menyerang paru-paru atau ginjal hingga harus ditangani segera apabila sudah tertular.
Penularan virus berasal dari tikus terinfeksi tersebut sendiri terbagi dari dua cara. Pertama bisa karena kontak dengan kotoran, urine, atau air liur tikus.
Kemudian bisa terjadi saat manusia menghirup debu yang telah terkontaminasi oleh sekresi hewan pengerat tersebut.
“Jadi pastikan menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari virus ini,” imbaunya.
Di sisi lain, dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap virus tersebut. Dinkes Kota Banjarmasin sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan terhadap hantavirus.
Langkah ini menyusul keluarnya pedoman resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai tindakan antisipasi dan deteksi dini guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas kesehatan di daerah. (ham/KPO-3)















