BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin optimis Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih bisa dibuka kembali apabila rehabilitasi 100 persen rampung dilakukan.
Mengingat dari 22 poin yang direkomendasikan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rehabilitasi kawasan tersebut, saat ini hanya menyisakan satu poin lagi.
Satu poin tersebut ialah pemisahan air hujan dan lindi yang menjadi fokus pembenahan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini.
“Kami tinggal menyelesaikan pemisahan air hujan dan lindi. Jadi hampir 100 persen,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Senin (1/6/2026).
Tentunya hal ini menjadi kunci pihaknya untuk berkoordinasi kembali dengan KLH agar TPAS Basirih bisa dibuka lagi. Namun kali ini hanya dimanfaatkan sebagai tempat pengelolaan sampah saja.
Terlebih lanjutnya, TPAS Basirih rencananya akan dijadikan tempat untuk program Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) jika memungkinkan.
“Mudah-mudahan bisa karena di sana cukup strategis dan areanya luas untuk pengelolaan sampah,” ujarnya.
Selain itu, wacana menjadikan kawasan TPAS Basirih sebagai wisata edukasi mulai mencuat seiring perubahan kondisi kawasan yang kini jauh lebih tertata dibanding sebelumnya
“Kalau poin terakhir ini selesai, kita akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat apakah TPAS ini nantinya bisa kembali dibuka atau mungkin dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan,” tuturnya.
Sebelumnya, ia mengungkapkan usai dilakukan pengurukan dengan tanah merah di sejumlah zona yang ada sejak tahun 2025 lalu. Kondisinya sekarang ini mulai menghijau karena ditanami pohon dan beberapa jenis sayur.
“Seluruhnya sudah hijau, bahkan sebagian besar yang ditanami berhasil tumbuh,” katanya.
Tentunya hal ini menunjukkan keberhasilan Pemko Banjarmasin dalam melakukan rehabilitasi terhadap TPAS Basirih yang sebelumnya sempat disegel karena dianggap telah mencemari lingkungan. (ham/KPO-3)















