PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi bulan Juni 2026 (mont to mont) lalu mencapai 0,23 persen.
Kepada awak media, Rabu (1/7/2026) Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami menjelaskan inflasi untuk tahunan mencapai 4,47 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1,06 persen untuk inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,39 persen
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, bahan bakar, hingga minyak goreng menjadi pemicu utama meningkatnya inflasi.
Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi antara lain beras, bensin, minyak goreng, ikan nila, ikan patin, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, hingga angkutan udara.
Kenaikan harga berbagai kebutuhan tersebut turut mendorong meningkatnya pengeluaran rumah tangga.
“Inflasi terjadi karena hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kontributor terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya,” kata Plt Kepala BPS Kalteng Maria W Utami.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 2,37 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,58 persen. Tingginya harga beras dan bensin menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan tersebut.
Hanya saja, ada beberapa komoditas masih mencatat penurunan harga dan menahan laju inflasi. Di antaranya daging ayam ras, terong, cumi-cumi, kelapa, buah naga, hingga rampela hati ayam yang mengalami deflasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingginya inflasi tersebut menjadi sinyal, bahwa stabilitas harga bahan pokok masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Untuk itu, upaya pengendalian pasokan pangan, distribusi energi, serta menjaga kelancaran rantai distribusi dinilai menjadi langkah penting agar tekanan inflasi tidak semakin menggerus daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. (drt/KPO-3)















