BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Berawal dari keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan terbaik, Hj. Hanna Gitarisna kini menjadi sosok yang membuka jalan bagi generasi muda Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan, untuk menembus kampus-kampus internasional di Republik Türkiye.
Perempuan asal Kalimantan Selatan ini dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga penggerak pendidikan internasional melalui PT Gita Mahkota Mazaya yang didirikannya pada 2023. Lewat program GitTÜRKIYE, ia mendampingi calon mahasiswa Indonesia sejak konsultasi, memilih universitas, mengurus dokumen, pendaftaran, pengajuan visa, hingga keberangkatan ke Türkiye.
Komitmennya berangkat dari kepedulian terhadap masih banyaknya anak daerah yang memiliki mimpi besar, namun terkendala informasi dan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Setiap tahun, semakin banyak putra-putri Indonesia dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan, berhasil melanjutkan studi di berbagai universitas di Türkiye melalui program tersebut.
Bagi Hanna, keberhasilan para mahasiswa itu bukan sekadar angka, melainkan kebahagiaan sebuah keluarga yang melihat anaknya memperoleh kesempatan mengubah masa depan melalui pendidikan.
Tak hanya fokus di dunia pendidikan, Hanna juga mengembangkan berbagai bidang usaha. Di sektor perdagangan batu bara, ia membangun kemitraan dengan sejumlah pelaku usaha untuk mendukung kebutuhan pasokan dari Kalimantan.
Sementara di bidang properti, sejak 2021 ia mengembangkan usaha perumahan yang ikut mendukung pertumbuhan kawasan dan memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Berbagai usaha itu, menurutnya, memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.
Dedikasinya di dunia usaha dan pendidikan juga mengantarkannya dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan dan Perempuan Koordinator Wilayah Kalimantan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Saat ini, GitTÜRKIYE kembali mempersiapkan keberangkatan mahasiswa Indonesia untuk tahun akademik 2026. Keberangkatan dijadwalkan sekitar September agar mahasiswa dapat mengikuti awal perkuliahan pada Oktober di berbagai universitas di Türkiye.
Meski telah menjalankan berbagai aktivitas bisnis dan organisasi, Hanna mengaku memiliki satu mimpi yang belum berubah, yakni memastikan semakin banyak anak Kalimantan berani mengejar pendidikan bertaraf internasional tanpa terhalang minimnya informasi maupun pendampingan.
“Saya ingin ketika orang menyebut Kalimantan, mereka tidak hanya mengingat kekayaan alamnya. Saya ingin mereka juga mengenal putra-putri daerah yang berprestasi di kampus-kampus dunia dan kembali membangun tanah kelahirannya,” tutup Hj. Hanna Gitarisna. (Fin/KPO-1)















