Banjarbaru, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyiagakan 12 tandon air bersih berkapasitas masing-masing 2.000 liter untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun, mengatakan pihaknya telah mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di kawasan Tambak Buluh yang menjadi salah satu wilayah terdampak kesulitan air.
“BPBD sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak satu tandon di Tambak Buluh. Saat ini kami juga menyiagakan 12 tandon,” ujarnya, Senin (13/7).
Menurut Harun, hingga pertengahan Juli BPBD telah menerima dua permohonan bantuan air bersih. Seluruh permintaan tersebut telah ditindaklanjuti dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi sebagai bagian dari penanganan lintas instansi.
“Sudah ada dua kali permintaan dan semuanya telah ditindaklanjuti bekerja sama dengan BBWS Provinsi,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan Tambak Buluh hampir setiap musim kemarau mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena terbatasnya sumber air, termasuk air tanah yang sulit didapat.
Terkait kualitas air, Harun menjelaskan air yang disalurkan BPBD berasal dari hydrant. Sementara pengujian laboratorium terhadap kualitas air bukan menjadi kewenangan BPBD.
“Air yang didistribusikan berasal dari hydrant. Untuk uji laboratorium bukan menjadi domain BPBD,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera menghubungi layanan darurat 112 dengan menyampaikan identitas, alamat, dan lokasi yang membutuhkan bantuan sehingga distribusi air dapat segera dilakukan.
Sebagai leading sector penanggulangan bencana di daerah, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan dampak musim kemarau, termasuk penyediaan air bersih bagi masyarakat, dapat berjalan secara cepat dan efektif.(Dev/k-5)















