Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Realisasi Koperasi Merah Putih Minim, Terkendala Banyak Hal

×

Realisasi Koperasi Merah Putih Minim, Terkendala Banyak Hal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260804 WA0026 e1785827308663
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian. (Kalimantanpost.com/yana).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Realisasi pembentukan Koperasi Merah Putih di Kalsel minim, karena dari target sekitar 2.000 lebih, hingga kini hanya terealisasi 71 koperasi.

“Jadi hanya terealisasi 71 Koperasi Merah Putih dari target 2.000 koperasi di wilayah Kalsel,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian kepada wartawan, usai rapat kerja dengan instansi terkait, Selasa (4/8/2026), di Banjarmasin.

Kalimantan Post

Menurut Jahrian, kendala pembentukan koperasi ini sangat banyak, mulai efisiensi, keterlambatan anggaran, pelaksanaan program tertunda, terlalu banyak birokrasi dan lainnya.

“Inilah yang menjadi kendala pembentukan koperasi. Belum lagi kendala sumber manusianya,” jelas politisi Partai NasDem.

Padahal keberadaan Koperasi Merah Putih untuk mencari penambahan pendapatan asli daerah (PAD), memgingat koperasi merupakan ujung tombak perdagangan yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.

“Kondisi ini tidak hanya dialami koperasi, tetapi juga hampir seluruh dinas, instansi, dan lembaga pemerintahan,” ungkap Jahrian.

Jahrian mengatakan, adanya pengalihan atau penyesuaian anggaran menyebabkan berbagai program pembangunan terhambat, baik di bidang pendidikan, penataan, maupun pembangunan infrastruktur lainnya.

“Padahal kita mengharapkan agar anggaran yang telah ditetapkan tidak mengalami pengurangan,” tambahnya.

Untuk itu, Komisi II mengharapkan Pemprov mencari sumber-sumber penambahan pendapatan daerah, misalnya melalui peningkatan PAD.

Salah satunya untuk memanfaatkan sarana dan prasarana milik pemerintah secara optimal dengan menawarkan kepada pihak ketiga untuk dikelola, sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena masih banyak aset milik Pemprov Kalsel belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pendapatan,” ungkap Jahrian.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemasaran dan sosialisasi kepada masyarakat maupun calon investor.

Sebagai contoh, di Kepulauan Riau, setiap masa libur panjang dipasang papan informasi yang mempromosikan berbagai potensi daerah.

Baca Juga :  Gubernur Tekankan Sinergi SKPD dengan PKK

“Kalsel harus mempromosikan potensi daerah secara lebih luas, agar makin banyak orang datang ke daerah ini, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja,” katanya. (lyn/KPO-4).

Iklan
Iklan