Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Meski Sepakat Berdamai, Orang Tua Korban Tegaskan Ada Dugaan Pelecehan Oknum Guru Terjadi

×

Meski Sepakat Berdamai, Orang Tua Korban Tegaskan Ada Dugaan Pelecehan Oknum Guru Terjadi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260810 WA0054 e1786358920765
Suasana di depan Ruang Guru SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin yang tengah berlangsung mediasi antara pihak sekolah dan orang tua korban pada Senin (10/8/2026) siang. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kesepakatan damai antara orang tua korban dan oknum guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin yang diduga melakukan pelecehan tidak serta-merta menghapus persoalan yang telah terjadi. Orang tua korban menegaskan dugaan pelecehan tersebut memang benar terjadi dan bukan sekadar kesalahpahaman.

Kesepakatan damai dicapai setelah kedua belah pihak menjalani proses mediasi dan menyepakati penyelesaian persoalan. Meski demikian, orang tua korban menegaskan perdamaian bukan berarti kejadian yang dialami korban tidak pernah terjadi.

Kalimantan Post

“Memang kami sepakat berdamai. Tetapi kejadian itu memang benar terjadi dan oknum guru tersebut juga meminta maaf,” tegas orang tua usai mediasi yang berlangsung di Ruang Guru SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin, Senin (10/8/2026).

Penegasan ini juga lanjutnya, sekaligus meluruskan terkait pernyataan dari pihak sekolah kepada media yang menyebutkan hanya kesalahpahaman.

Di samping itu, upaya mediasi awal yang telah dilakukan sehari setelah kejadian oleh pihak sekolah yang menurutnya belum benar-benar selesai. Di tambah ada pernyataan dari sekolah terkait kesalahpahaman tersebut.

“Kemarin pertama itu belum selesai karena ada pemberitaan yang tidak etis di kita. Makanya kami luruskan lagi bahwa itu benar terjadi,” tekannya.

Adapun setelah mediasi ini, pihaknya fokus pada pemulihan terhadap traumatik anaknya atas kejadian pelecehan tersebut yang ditawarkan pihak sekolah langsung dari hasil kesepakatan.

“Kami fokus terhadap pendampingan anak kami dari PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) untuk pemulihan traumatiknya. Sesuai prosesnya jadi sekolah yang menjalurkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Pasalnya, akibat kejadian tersebut, anaknya sempat merasa tidak nyaman untuk pergi ke sekolah dan mengikuti proses pembelajaran. Terlebih, hingga saat ini anaknya masih bersekolah di sekolah tersebut.

Menurutnya, pihak keluarga memilih untuk bertahan karena beberapa bulan lagi anaknya juga akan lulus. Namun, keputusan tersebut diambil dengan adanya jaminan dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga :  Dugaan Murid SD Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru di Banjarmasin Viral di Medsos, Polisi Turun Tangan

“Sayang sisa tujuh bulan lagi, saya juga memberikan pengertian agar anak saya tetap bersekolah dan menyakinkan dia bahwa persoalan ini benar-benar ayah dan ibu selesaikan,” tuturnya.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa dirinya sebagai orang tua sempat dilarang pihak sekolah untuk memberikan statement setelah adanya kesepakatan tersebut.

“Kepala sekolah meminta jangan memberikan statement di luar karena heboh kemarin. Tapi kalau saya ditanya itu pernah terjadi, saya jawab iya memang terjadi,” tegasnya kembali. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan