Banjarbaru, KP– Pemerintah Kota Banjarbaru mencatat prestasi dalam pengelolaan data kepegawaian. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Kualitas Data (IKADA), Banjarbaru meraih peringkat pertama se-Kantor Regional (Kanreg) VIII dengan predikat “Sangat Tinggi”.
Tak hanya menjadi yang tertinggi, Banjarbaru mencatatkan nilai sempurna 100,00. Capaian tersebut menjadi gambaran konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akurasi, kelengkapan, dan pemutakhiran data secara berkelanjutan.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengapresiasi kinerja seluruh jajaran yang terlibat dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, kualitas data tidak sebatas pencapaian angka, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Apresiasi atas capaian IKADA Kota Banjarbaru dengan predikat sangat tinggi, ranking kualitas data urutan pertama se-Kanreg VIII dengan total nilai 100,00. Keberhasilan ini tentunya sangat bermanfaat dalam mendukung kebijakan dan reformasi birokrasi, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berbasis data,” ujarnya, Senin (10/8).
Menurut Lisa, pengelolaan data yang akurat juga memberikan dampak terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Data kepegawaian yang terintegrasi dan selalu diperbarui akan mendukung proses administrasi serta layanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Pencapaian ini akan mempermudah proses administrasi dan layanan karier ASN secara nasional melalui ekosistem digital,” tambahnya.
Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai prestasi, tetapi menjadi pemacu bagi seluruh perangkat daerah untuk mempertahankan kualitas pengelolaan data. Pemutakhiran data secara berkala juga dinilai penting agar informasi yang digunakan pemerintah selalu relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemkot Banjarbaru berkomitmen mempertahankan standar pengelolaan data sekaligus memperkuat pemanfaatannya dalam penyelenggaraan pemerintahan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya membangun birokrasi yang lincah, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah percepatan transformasi digital.(Dev/K-5)















