TANJUNG, Kalimantanpost.com
Lima tim futsal dari PC dan PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Kabupaten Tabalong saling beradu kemampuan dalam turnamen yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Tabalong yang Lapangan Futsal Mega Banua Pembataan, Tanjung, Minggu (30/8/2026).
Para pemain tak ingin kehilangan kesempatan. Operan demi operan dibangun untuk membuka ruang, sementara lini pertahanan bekerja keras menghalau serangan lawan.
Setiap peluang mencetak gol disambut sorakan. Pertandingan berlangsung seru karena masing-masing tim tampil dengan kemampuan terbaiknya.
Namun, turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 tahun 2026 tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara, di balik kompetisi, ada pesan tentang kebersamaan dan persaudaraan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong, Hipni Rosadi, mengingatkan para peserta agar menjadikan pertandingan sebagai momentum untuk menerapkan 29 Karakter Luhur LDII.
Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, semangat untuk menang harus tetap berjalan seiring dengan sikap saling menghargai.
“Totalitas memang diperlukan, namun tetap sadar bahwa sparing partner kita adalah saudara sendiri,” pesan Hipni.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah atmosfer pertandingan yang berlangsung kompetitif. Setiap pemain dituntut memberikan kemampuan terbaik, tetapi kemenangan tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan.
Turnamen pun resmi dibuka dengan tendangan bola ke gawang yang dilakukan Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong, Hipni Rosadi.
Setelah pembukaan, pertandingan langsung berlangsung dinamis. Kelima tim menunjukkan karakter permainan masing-masing. Ada yang mengandalkan kecepatan, kekompakan dalam mengalirkan bola, hingga ketangguhan dalam menjaga pertahanan.
Lapangan futsal menjadi ruang bagi para pemain untuk menunjukkan keterampilan sekaligus belajar menjaga emosi dan menghormati lawan.
Sorakan pendukung di pinggir lapangan semakin menambah semarak suasana. Setiap gol menjadi perayaan bersama, sementara peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi penyemangat untuk kembali membangun serangan.
Pada akhirnya, persaingan tersebut menghasilkan tiga tim terbaik.
PAC LDII Maburai berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih PAC LDII Pembataan, sementara juara ketiga ditempati tim PAC LDII Padang Panjang, Kecamatan Tanta, sedangkan untuk juara harapan satu dan dua ditempati oleh PAC Warukin dan tim satu dari PAC Padang Panjang.
Ketua panitia kegiatan, Ikhwan, menyampaikan hasil tersebut setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai.
Bagi tim yang berhasil membawa pulang gelar juara, kemenangan tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun bagi seluruh peserta, turnamen ini meninggalkan makna yang lebih luas.
Sebab, ketika pertandingan berakhir dan bola berhenti bergulir, para pemain kembali pada satu ikatan yang sama: persaudaraan.
Di Lapangan Futsal Mega Banua Pembataan hari itu, kemenangan memang memiliki nama. Tetapi sportivitas dan kebersamaan menjadi nilai yang dirayakan bersama. (ros/KPO-3)















