Irigasi Kinarum 2020 Ditarget Distribusi ke Lahan Pertanian

Banjarbaru, KP – Proyek jangka panjang pembangunan saluran irigasi Kinarum di Kabupaten Tabalong telah dimulai sejak tahun 2015 silam.
Sampai dengan 2018 ini, dana sebesar kurang lebih Rp52 miliar dikucurkan untuk membangun bendung dan saluran irigasi.
Selama empat tahun berjalan, saluran irigasi belum sampai ke lahan pertanian.
Sebab, proses pekerjaan bertahap dari tahun ke tahun.
Ditargetkan, pada tahun 2020 atau 2021 baru bisa mendistribusikan air ke lahan pertanian.
Hal ini diakuinya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Sumber Daya Air, Suri Sudarmadiah, Jumat (9/11).
Dikatakan wanita yang akrab disapa Yayah ini, pada tahun 2018 paket pekerjaan membangun saluran primer sepanjang 815. Pekerjaan cukup berat.
Karena harus membelah gunung. Pembangunan saat ini membuka aliran sungai baru.
“Sampai November ini proses pekerjaan sudah 89 persen. Kami optimis sampai Desember pekerjaan sampai 100 persen,’’ ucapnya.
Yayah mengatakan, tahun depan akan direncanakan lagi untuk melanjutkan pembangunan tersebut.
Namun, tambahnya, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“2019 masih dikerjakan. Tapi 2020 kami belum tau karena melihat ketersediaan lahan. Mudah-mudahan Pemkab Tabalong membebaskan lahan sehingga 2020 bisa dilanjutkan.
Sampai 2019 ini lahan yang tersedia habis dikerjakan.
Jika dana siap lahan tersedia maka 2020 atau 2021 sudah sampai ke lahan pertanian,’’ tegasnya.
Saluran irigasi ini panjangnya 1.875 meter. Jika tahun 2018 ini selesai dikerjakan, maka masih ada sisa sepanjang 628 meter.
Sisa pekerjaan tersebut, sambungnya, diselesaikan pada tahun 2019.
Tahap pekerjaan di tahun pertama dibangunan saluran primare sepanjang 345 meter dengan alokasi dana Rp33,3 miliar serta dikerjakan PT Adhi Karya Tbk Divisi Kontruksi V.
Pada tahun 2016, atau tahun kedua pembangunan kembali dilanjutkan dengan alokasi dana Rp15 miliar.
Paket pekerjaan di tahun kedua ini, dimenangkan oleh PT Bina Sarana Bersama. Namun, hingga 31 Desember 2016, penyedia jasa (kontraktor) tidak sanggup menyelesaikannya.
Sehingga, pembayaran dilakukan oleh pemprov berdasarkan volume yang dikerjakan.
Tahun kedua ini, pembangunan saluran primare hanya terselesaikan 205 meter.
Tahun 2017 kemarin, pemprov kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan proyek pekerjaan tersebut.
Dana sebesar Rp10 miliar dikucurkan untuk membangun saluran irigasi sepanjang 350 meter.
Paket pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Argo Sanjoyo Adhitama ini, sudah terlaksana 100 persen. (mns/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...