Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Ust Edy Hadiri Rakernas Inkopontren, Dorong Program Nyata untuk Koperasi Pesantren di Kalsel

×

Ust Edy Hadiri Rakernas Inkopontren, Dorong Program Nyata untuk Koperasi Pesantren di Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 WA0035 e1779351650734

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ketua Pusat Koperasi Pondok Pesantren (Puskopontren) Kalimantan Selatan, Dr H Edy Setyo Utomo, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) yang digelar di Gedung SME Tower–SMESCO Indonesia, Rabu (20/5/2026).

Kehadiran Ust Edy bersama Sekretaris Puskopontren Kalsel, Ust Ahmad Sururi, diharapkan membawa dampak positif bagi penguatan koperasi pondok pesantren di Banua.

Kalimantan Post

Dalam keterangannya kepada awak media, dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan itu mengatakan dirinya hadir tidak hanya sebagai utusan daerah, tetapi juga sebagai pengurus inti Inkopontren yang mewakili Puskopontren Kalimantan Selatan.

Menurutnya, Rakernas menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat koperasi primer di pondok pesantren.

“Acara ini menjadi momen yang sangat bagus karena mempertemukan tokoh-tokoh penggerak koperasi pesantren dari seluruh Indonesia. Selain itu juga dihadiri kementerian terkait seperti Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, hingga Kementerian Agama. Insya Allah akan diluncurkan beberapa program yang sudah disiapkan pengurus,” ujar Edy.

Ia berharap hasil Rakernas tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan dapat ditindaklanjuti secara konkret di daerah, khususnya untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum Inkopontren, KH Dr Marsudi Suhud, menegaskan komitmen pengurus dalam mendorong modernisasi koperasi pesantren guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan umat.

Menurut Marsudi, Rakernas menjadi forum strategis untuk merumuskan arah program kerja selama satu tahun ke depan, sekaligus mengevaluasi program yang sedang berjalan.

“Rakernas ini sangat monumental karena menjadi tempat menetapkan program-program strategis untuk satu tahun ke depan, termasuk apa yang akan dikerjakan dan yang sedang berjalan,” katanya.

Marsudi juga menyoroti besarnya potensi ekonomi pesantren di Indonesia yang mencapai sekitar 42 ribu pondok pesantren. Ia menilai, apabila seluruh santri mampu menjadi pelaku ekonomi produktif, maka kontribusi terhadap ekonomi umat akan meningkat signifikan.

Baca Juga :  Mantapkan Peringatan Harjad ke-76 Provinsi Kalsel

“Ada sekitar 42 ribu pondok pesantren. Jika para santrinya menjadi pembayar zakat dan pemberi sedekah, maka kekuatan ekonomi umat akan sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan pola pikir menjadi kunci penting dalam membangun ekonomi pesantren. Santri, ustaz, hingga kiai diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu tampil sebagai pelaku ekonomi yang memberi kontribusi melalui zakat, infak, sedekah, hingga pajak.

Selain membahas program kerja, Rakernas juga menjadi ajang konsolidasi gerakan ekonomi pesantren agar mampu meninggalkan warisan nyata bagi generasi mendatang.

“Inkopontren yang berdiri sejak 1998 harus memiliki legacy atau tinggalan nyata bagi pembangunan ekonomi pesantren,” tegas Marsudi.

Rakernas Inkopontren kali ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Dewan Pengawas Prof Dr KH Said Aqil Siradj, salah satu pendiri Inkopontren KH Manarul Hidayat yang juga Mustasyar PBNU, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi, serta berbagai tokoh UMKM dan pelaku ekonomi rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan