Masyarakat Berharap ‘Home Industri’ Pengolahan Jeruk di Batola

SENTRA JERUK – Di sela kegiatan reses nya, anggota DPRD Kalsel, DR.H.Karli Hanafi Kalianda, SH.Mhum sempat pula mengunjungi petani jeruk di Kecamatan Mandastana yang merupakan daerah sentra penghasil jeruk di wilayah tersebut. (KP/ Lili)

MANDASTANA, KP – Kabupaten Barito Kuala (Batola) merupakan daerah pertanian dengan berbagai komoditas, mulai dari padi, hingga buah-buahan, seperti jeruk, rambutan, dan lain-lain.

Sebagai daerah penghasil komoditas pertanian, yang menjadi dilema bagi petaninya adalah jatuhnya harga pada saat panen melimpah.

“Panen melimpah, namun harga anjlok, seperti jeruk di tingkat petani jeruk harga per kilogram hanya berkisar Rp3.000 hingga Rp3.500 saja. Itu sangat tidak memadai dengan dengan biaya operasional yang dikeluarkan,’’ ujar Pardi, Kepala Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola mengeluarkan uneg-unegnya di hadapan anggota DPRD Kalsel, DR H Karli Hanafi Kalianda, SH MHum yang melakukan reses di desa tersebut, Rabu (7/11).

Untuk itu, warga lainnya berharap agar ada semacam ‘home industri’ di wilayah mereka yang mengolah jeruk menjadi syrup maupun jenis minuman lainnya untuk mengangkat nilai jualnya.

Selain jeruk, warga yang hadir di gedung Serba Guna Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola ini, ini juga minta dicarikan solusi agar harga komoditas pertanian tidak terpuruk di saat panen berlimpah.

Berita Lainnya

Kedepannya Dikemas Lebih Menarik

Budayanya Menarik dan Miliki Keunikan

1 dari 32

Menanggapi keluhan Kepala Desa dan warganya itu, Karli Hanafi yang berasal dari Fraksi Pertai Golkar DPRD Kalsel dan tergabung dalam Komisi II bidang ekonomi, perdagangan dan industri ini, mengatakan, akan membawa permasalahan ini ke pihak terkait seperti Dinas Pertanian maupun Dinas Perdagangan. “Kalau permasalahan ini bisa diatasi di kabupaten, kita juga akan sampaikan pada pemerntah kabupaten, ujarnya.

Selain itu, warga juga menyampaikan permohonan perbaikan infrastruktur desa berupa jembatan penghubung antara Desa Karang Indah dan Desa Karang Bunga, serta pengaspalan jalan.

“Akses jalan yang baik dan mulus akan memudahkan kami dalam memasarkan hasil-hasil pertanian,’’ tambah warga.

Kegiatan reses anggota DPRD Kalsel seperti yang dilakukan Karli Hanafi berlangsung dari tanggal 7 sampai 11 November 2018.

Pada saat ini reses ini, anggota DPRD akan kembali kedaerah pemilihannya masing-masing untuk menemui konstituennya menyerap aspirasi.

Sedangkan reses yang dilakukan Karli Hanafi di daerah pemilihannya Kabupaten Batola, dijadwalkan berlangsung pada lima titik, yaitu Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Desa Kolam Makmur, Desa Sido Mulyo, Desa Simpang Jaya, dan Desa Pinang Habang. (lia/K-2)

 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya