KUALA LUMPUR, Kalimantanpost.com – Tim nasional (Timnas) Indonesia U-20 berada di Grup H bersama musuh bebuyutan Malaysia, juara bertahan Australia dan kuda hitam Laos dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia U-20 China 2027 mendatang.
Lawan yang dihadapi Tim asuhan Nova Arianto boleh dibilang gampang-gampang susah, karena secara tim sudah tahu kekuatan lawan.
Australia dikenal cukup unggul secara skill, teknis dan postur tubuh, sehingga lebih diunggulkan di Grup H. Tinggal bagaimana kepiawai Nova meracik strategi dan meramu pemain keturunan dan lokal agar bisa bersaing dengan Australia.
Sementara Malaysia, secara kualitas hampir imbang dengan Timnas Indonesia. Namun, tim berjuluk Harimau Malaya ini bila berjumpa dengan Indonesia akan tampil militan dan semangat bermain dua kali lipat. Malaysia juga punya, boleh kalah sama tim negara lain dan tak boleh kalah sama Indonesia.
Inilah yang perlu diwaspadai Timnas Indonesia saat ketemu Malaysia.
Sementara Laos, bila bermain di kelompok umur sering memberi kejutan dan bisa menyulitkan tim-tim unggulan.
Pengundian kualifikasi Piala Asia U-20 China 2027 di markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia pada hari Kamis (28/5/2026).
Dikutip dari laman AFC, kualifikasi diselenggarakan antara 25 Agustus dan 6 September 2026 dalam sistem liga terpusat, Kualifikasi ini akan menampilkan penerapan format baru sebagai bagian dari reformasi utama kompetisi AFC yang telah disahkan awal tahun ini.
Dirancang untuk memastikan pertandingan yang lebih bermakna dan peluang bagi tim untuk bersaing melawan lawan dengan kompetensi teknis yang serupa, sistem dua fase yang menampilkan mekanisme promosi dan degradasi telah diperkenalkan.
Pada fase kualifikasi, 32 tim dibagi menjadi delapan grup yang masing-masing terdiri dari empat tim, dengan juara grup dan tujuh tim peringkat kedua terbaik melaju ke edisi ke-43 Piala Asia U-20 AFC. Sementara itu, tim terbawah dari setiap grup akan terdegradasi ke Fase Pengembangan pada edisi berikutnya.
Untuk Fase Pengembangan di Kualifikasi mendatang, 12 tim dibagi menjadi tiga grup yang masing-masing terdiri dari empat tim, dengan tiga juara grup dan tiga tim peringkat kedua dari setiap grup akan dipromosikan ke Fase Kualifikasi edisi berikutnya.
Di Grup A Fase Kualifikasi, juara 12 kali Korea Selatan akan menghadapi tuan rumah Kirgistan, Filipina, dan Lebanon, sementara yang akan menjadi lawan tuan rumah Uzbekistan di Grup B adalah Suriah, India, dan Bangladesh.
Grup C akan mempertemukan Republik Islam Iran yang akan bersaing dengan Vietnam (tuan rumah), Korea Utara, dan Palestina untuk memperebutkan tempat otomatis ke Final, sementara Yordania, Tajikistan, Bahrain (tuan rumah), dan Afghanistan adalah peserta Grup D.
Grup E akan mempertemukan Arab Saudi, Qatar (tuan rumah), Oman, dan Hong Kong, Tiongkok yang akan bertanding, sementara Irak, Thailand (tuan rumah), Uni Emirat Arab, dan Turkmenistan akan saling berhadapan di Grup F.
Grup G juga akan menyajikan pertandingan-pertandingan menarik dengan Jepang, Yaman, Kamboja (tuan rumah), dan Kuwait yang berharap untuk melaju
Juara bertahan Australia memimpin Grup H dengan Indonesia, Malaysia, dan Laos (tuan rumah) sebagai penantangnya.
Grup I Fase Pengembangan akan mempertemukan tuan rumah Mongolia, Guam, Nepal, dan Kepulauan Mariana Utara yang memperebutkan dua tempat promosi, sementara Taipei Tiongkok, Singapura, Bhutan (tuan rumah), dan Makau berada di Grup J.
Myanmar (tuan rumah), Maladewa, Brunei Darussalam, dan Sri Lanka tergabung dalam Grup K. (ful/KPO-3)















