BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pengajian rutin MULIA HATI Banjarmasin pada Kuliah Malam Jum’at kali ini mengangkat tema “Sejarah Kurban: Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail” sebagai refleksi menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dalam tausiyah yang disampaikan HM Rosehan, jamaah diajak memahami makna besar di balik peristiwa kurban yang menjadi salah satu kisah paling monumental dalam sejarah Islam. Kisah tersebut menggambarkan keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya Nabi Ismail ‘alaihis salam dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Dijelaskan, sejarah kurban bermula ketika Nabi Ibrahim menerima mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Mimpi itu datang berulang kali hingga Nabi Ibrahim meyakini bahwa hal tersebut merupakan perintah Allah SWT yang harus dijalankan.
Dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102, Nabi Ibrahim menyampaikan mimpi tersebut kepada putranya. Dengan penuh ketakwaan, Nabi Ismail menerima perintah itu dengan sabar dan ikhlas.
“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” demikian jawaban Nabi Ismail sebagaimana dikutip dalam pengajian.
Suasana haru menyelimuti kisah ketika Nabi Ibrahim membawa putranya ke Mina untuk melaksanakan perintah tersebut. Namun, atas kuasa Allah SWT, pisau yang digunakan tidak mampu melukai Nabi Ismail. Allah kemudian menggantikan kurban tersebut dengan seekor sembelihan yang agung sebagaimana dijelaskan dalam Surah As-Saffat ayat 104-108.
Melalui kisah itu, jamaah diajak mengambil hikmah bahwa keimanan dan ketaatan kepada Allah harus ditempatkan di atas segala-galanya. Nilai pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan menjadi pesan utama yang relevan dalam kehidupan umat Islam hingga saat ini.
Pengajian juga mengingatkan bahwa Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi contoh luar biasa bahwa tidak ada yang lebih mulia selain menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan,” disampaikan dalam tausiyah tersebut.
Di akhir pengajian, jamaah saling menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah serta harapan agar semangat kurban membawa keberkahan, kedamaian, dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Indahnya berbagi untuk sesama,”katanya.(nau/KPO-1)














