Dugaan Tiga Proyek Bermasalah Kembali `Digoyang’ 

Banjarmasin, KP – Dugaan korupsi beberapa proyek di daerah kembali `digoyang’. Setidaknya ada tiga proyek yakni pembangunan jaringan perpipaan SPAM IKK Kintap.

Proyek pembangunan Puskesmas Landasan Ulin Timur dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Tahun 2018 dan proyek Jalan Banjarbaru Simpang 3 Tahura – Aranio.

Lengkap dengan beberapa spanduk, massa tergabung dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan di Banjarmasin menyampaikan melalui aksinya di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (31/10).

Bahkan dengan pengeras suara para pengunjukrasa dimotori HM Hassan, Din Jaya dan Aliansyah melakukan orasi berupa penyampaian aspirasi terkait dugaan atau adanya indikasi tindak pidana korupsi beberapa proyek itu yang terjadi di daerah.

Disebut, proyek pembangunan Puskesmas Landasan Ulin Timur dari Dinas Kesehatan Banjarbaru senilai Rp7,6 miliar dikerjakan oleh PT RARASINDO.

Yang mana Pembangunan puskesmas dugaan pekerjaan tidak sesuai spek.

Karena terdapat keretakan pada beberapa bagian dinding atau tembok bangunan puskesmas, baik di lantai 1 maupun lantai 2, padahal Puskesmas tersebut belum terlalu lama diresmikan. 

Diduga mutu beton untuk pekerjaan dinding tidak memenuhi ketentuan teknik pekerjaan yang mengakibatkan dinding beton mudah rusak/retak meski umur konstruksi belum tercapai (kegagalan konstruksi).

“Kondisi ini sepertinya tidak terkontrol atau dibiarkan begitu saja,” seru massa.

Berita Lainnya
1 dari 853
Loading...

Kemudian lelang proyek pembangunan jaringan perpipaan SPAM IKK Kintap untuk kawasan Kintap Kabupaten Tanah Laut.

Lelang dimenangkan CV Prima Karya dengan harga penawaran Rp5,2 Miliar,

yang merupakan penawar terendah ke 7 dari 10 penyedia yang dinyatakan lolos.

Keputusan panitia lelang dengan tidak menetapkan penawar terendah pertama. ”Sebagai pemenang patut dipertanyakan,” tambah Din Jaya. 

Hal itu memicu dugaan adanya persekongkolan untuk memenangkan salah satu peserta, atau patut diduga adanya kesepakatan terkait kesanggupan komitmen fee proyek.

Selanjutnya pekerjaan peningkatan Jalan Banjarbaru Simpang 3 Tahura – Aranio, Diduga seru massa tidak sesuai spek.

Proyek peningkatan jalan berupa perkerasan/pengaspalan senilai Rp4,7 miliar yang dikerjakan PT Vanaga Utama tersebut, diduga pengerjaannya tidak memenuhi ketentuan teknik atau spek pekerjaan. 

Karena disebutkan pada beberapa titik terlihat aspal yang berpori atau tidak mengikat sempurna, sehingga dikhawatirkan aggregat akan mudah lepas atau jalan akan cepat rusak.

Ada dugaan mutu atau kualitas aspal tidak sesuai spek, bahkan aspal juga terlihat kurang tebal diduga tidak memenuhi ketentuan teknik. 

“Pekerjaan bahu jalan juga patut dipertanyakan, tidak diurug dan dilakukan perkerasan, kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Din Jaya. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya