Lewat Tapping Box, Bank Kalsel Berperan Tingkatkan PAD

Banjarmasin, KP – Sebagai Bank Pembangunan daerah untuk mendukung pendapatan asli daerah (PAD), Bank Kalsel turut memfasilitasi ratusan alat perekam transaksi usaha kepada pemerintah kota Banjarmasin.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengungkapkan alat rekam transaksi berbasis online atau yang disebut dengan Tapping Box merupakan wujud nyata dari Bank Kalsel dalam upaya mendongkrak PAD terhadap pelaku wajib pajak.

“Upaya Bank Kalsel dalam mendukung PAD di seluruh Kalimantan selatan dan ini dimulai dari Banjarmasin,” ucapnya.

Ia membeberkan saat ini Pemko Banjarmasin sudah melakukan pemasangan Tapping Box di berbagai pelaku usaha, baik perhotelan maupun rumah makan untuk menggunkan alat tersebut.

Olehkarena itu, sebanyak 400 unit tapping box akan dipasang dan diberikan cara kerjannya kepada setiap pelaku usaha agar setiap saat pengawasan dapat terpantau dengan jelas.

“Cara kerja alat ini sangat efektif, terbukti setelah dilakukan pemasangan tapping box, pengawasan dapat dikontrol oleh Pemko dan laporan pajak meningkat sekitar 3 kali lipat,”paparnya.

Berita Lainnya
1 dari 313
Loading...

Hal tersebut dibuktikan dengan pajak yang dihasilkan oleh salah satu rumah makan ternama dikawasan Jalan Gatot Subroto yang mengalami kenaikan pembayaran pajak yang berlipat ganda.

“Awalnya laporan pajak makanan hanya sekita Rp 8 juta, setelah pemasangan tapping box meningkat menjadi Rp 25 juta,” bebernya.

Terkait tapping box yang digunanan, pihaknya yang mencari ke berbagai perusahaan penyedia alat tapping box, dan berhasil menemukan dengan kualitas terbaik untuk disalurkan kepada pelaku usaha.

“Setelah ada support dari Bank Kalsel, sebagai Bank pembangunan daerah untuk mendukung pendapatan asli daerah, kami mengharapkan ini akan terus berjalan,” tegasnya.

Sementara iru Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil, membenarkan tapping box adalah solusi dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tentunya hal ini memerlukan pengawasan yang ketat kepada pelaku usaha, terkait pajak yang dihasilkan agar tidak ada penyelewengan laporan.

“Mengoptimalkan PAD, Pemko bekerjasama dengan Bank Kalsel pusat meluncurkan alat rekam transaksi berbasis online,” ujarnya.

Ia menjelaskan perlu adanya strategi dan terobosan yang tepat dalam pengawasan kepada pihak wajib pajak untuk meningkatkan PAD agar tidak ada kecurangan yang terjadi.

“Saya yakin ini tidak akan terjadi lagi, karena setiap pelaporan akan diawasi lewat tapping box ini,” tutupnya.(Adv/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya