Saatnya Penerapan APBD Banjarmasin Melalui E-Budgeting

Banjarmasin, KP – Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi mengemukakan, sudah saatnya pihak Pemko Banjarmasin menerapkan sistem E-Budgeting dalam melaksanakan penerapan APBD.

“Masalahnya melalui sistem ini, penggunaan anggaran akan bisa terpantau dengan baik, selain guna mengantisipasi penyalagunaan anggaran,’’ katanya kepada KP, Jumat (27/12).

Ia mengungkapkan, sudah banyak pemerintah daerah yang e-budgeting di masing-masing Satuan Organisasi Perangkat Kerja (SOPD) dan diharapkan diselaraskan dengan program kerja yang telah direncanakan.

Melalui penerapan sistem e-budgeting, kata Faisal Hariyadi, bisa terpantau memantau secara langsung penggunaan anggaran tanpa perlu menggelar rapat. Terutama menyangkut penyerapan anggaran di semua organisasi perangkat daerah.

Faisal Hariyadi mengemukakan, penggunaan e-budgeting ini sekaligus sebagai bagian dari penerapan Sistem Akuntatabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP). Sebab, lanjutnya, dengan SAKIP, SOPD dapat memfokuskan kinerja serta diharapkan dapat mewujudkan efektifitas dan efisieni pada penggunaan anggaran.

Lebih jauh Faisal Hariyadi yang juga ketua komisi II ini mengatakan, catatan pelaksanaan APBD dalam tiga tahun terakhir ini adalah masih rendah karena lemahnya perencanaan. “Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada rendahnya serapan anggaran lantaran tidak optimalnya realisasi fisik,’’ tandas Faisal Hariyadi.

Berita Lainnya
1 dari 1.786
Loading...

Dipaparkannya, rendahnya serapan anggaran tentunya sangat merugikan masyarakat. Masalahnya, kata Faisal Hariyadi, karena banyak rencana pembangunan infrastuktur untuk memenuhi kepentingan masyarakat tidak terealisasikan.

Sebelumnya sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin juga menyampaikan sorotan terhadap rendahnya serapan anggaran tersebut. Menyikapi masalah ini, seluruh SOPD di lingkungan Pemko Banjarmasin memperbaiki kinerjanya.

“ Sebaliknya jika tidak, maka dikhawatirkan bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap kinerja Ibnu Sina dan Hermansyah selaku Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin Banjarmasin,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaeni SE.

Dikatakan Muhammad Isneni, APBD Kota Banjarmasin tahun anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp1.731.285.301.143. Seluruh APBD itu bersumber dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp367 miliar atau meningkat dibanding PAD tahun 2019 lalu yang ditetapkan sebesar Rp297 miliar.

Selain PAD, sumber penerimaan lainnya yaitu dari dana perimbangan dari pemerintah pusat yang ditargetkan Rp1.070.439.346.000, sedangkan lain-lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp293.626.928.553.

Dalam postur APBD ini Belanja Daerah diproyeksikan Rp2.066.777.302.763 atau mengalami defisit sekitar Rp114 miliar. Meliputi Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp1.363.527.198.749, sedangkan Belanja Tidak Langsung dianggarkan sebesar Rp702.250.104.014. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya