Sekolah jangan batasi siswa berprestasi

Fitri Hernadi, Yuyu Rahmat dan Aspia Nurahman, di acara Raker Olahraga Pendidikan, Selasa (3/12). (Kp/nafarin fauzy)
299

Banjarmasin, KP – Pihak sekolah jangan terlalu membatasi siswa berprestasi yang ingin menunjukan bakatnya di bidang olahraga demi membawa nama baik daerah.

Saat ini ada beberapa daerah di Banua yang masih tidak mau melepas siswa siswi berprestasi di bidang olahraga, dengan alasan untuk mengejar akademik agar tidak ketinggalan.

“Ada kejadian di HSU sulitnya mendapatkan izin untuk atlet yang akan bertanding. Dia boleh izin asal mengejar ketertinggalan dengan izin 10 hari dan 10 PR yang diberikan,” kata Kabid Pembinaan Prestasi Dispora Kalsel M Fitri Hernadi pada Rapat Kerja Keolahragaan Pendidikan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (3/12/2019) pagi.

Fitri yang mewakili Kadispora Kalsel, Hermansyah dalam memberikan sambutan menambahkan kalau keterbatasan izin dari sekolah ini terus dilakukan maka olhataga di Kalsel hingga 20 tahun tidak akan berkembang.

“Kita lihat di Kanada, Inggris dan jepang ada kebijakan olahraga bagi siswanya baik prestasi maupun olahraga rekreasi,” ujar dia memberikan contoh.

Pendidikan bukan cuma tentang akademik tetapi juga ada tentang olahraga tentang seni, teknologi informasi, papar mantan Nanang Banjar asal HSU ini.

“Kita mengedepankan bagaimana atlet muda yang berprestasi yang bisa membawa nama harum Banua dan Indonesia,” kata dia.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Yuyu Rahmad Mulyana menambahkan kegiatan ini agar ada sinergi, bagaimana pendidikan itu juga prestasi dan harus dikembangkan oleh guru-guru yang bersangkutan.

Untuk peserta yang hadir ini ada dari dinas pendidikan beserta seluruh kepala SMA/SMK. Kemudian dari Kemenag dengan Madrasah Aliyah, kemudian ada dari Bapomi, Bapopsi, NPC dan Koni.

Rakor Keolahragaan Pendidikan yang digelar Dispora Kalsel, menghadirkan nara sumber Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora, Yuyu Rahmat Mulyana, Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Alalak Banjarmasin Utara, Solikhin dan DR AR Sadiqin dari JPOK ULM Banjarbaru.

Yuyu Rahmat yang juga Ketua BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia) Kalsel, mengutarakan tentang upaya memperbaiki dan meningkatkan prestasi olahraga pendidikan.

Pembinaan atlet pelajar melalui program PPLP/PPLPD terus menunjukkan hasil menggembirakan, dengan meraih berbagai gelar pada even Kejurnas. Namun sangat disayangkan setelah mereka lulus SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi, prestasinya mentok, kata Yuyu.

Kepsek SMAN 12 Bjm, Solikhin yang juga P_lt Kepsek SMAN 2 Bjm memaparkan tentang Apresiasi Prestasi Olahraga di Sekolah. Dia menguraikan kunci 10 sukses, yakni 1.Jujur,2 Disiplin, 3.Gaul,4.dukungan Pasangan Hidup,5. Bekerja lebih giat dari orang lain, 6.Mencintai apa yang dikerjakan,7.Kepemimpinan yang baik dan kuat, 8. Semangat dan berkepribadian kompetitif,9.Pengelolaan kehidupan yang baik,10. Kemampuan menjual gagasan dan produksi.

DR.AR Sadiqin menyampaikan materi berjudul, system Keolahragaan Nasional, Isu dan upaya penguatannya. (rel/nfr/k-9)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...